Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, mengungkapkan bahwa partainya bersedia membuka kesempatan untuk berkolaborasi dengan berbagai kekuatan politik dalam rangka menghadapi Pemilu dan Pilpres 2029. Sugiat menegaskan bahwa Gerindra bahkan terbuka untuk berpartner dengan PDIP, meskipun saat ini PDIP merupakan satu-satunya partai yang tidak berada dalam pemerintahan.
"Gerindra membuka pintu selebar-lebarnya kepada kekuatan politik mana pun dalam konteks 2029 untuk, katakanlah bersama-sama," ujar Sugiat dalam keterangan yang disampaikan pada Kamis, 17 September.
Peluang Kerja Sama dengan Semua Pihak
Lebih lanjut, Sugiat menambahkan bahwa Gerindra memberikan peluang kepada semua pihak, termasuk PDIP, untuk bekerja sama dalam mencari solusi atas berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap momen keakraban antara Prabowo Subianto, Presiden sekaligus Ketua Umum Gerindra, dan Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta yang juga merupakan politikus PDIP, saat peresmian LRT pada Rabu, 16 September.
Sugiat menegaskan bahwa kehadiran Prabowo dalam acara tersebut tidak berkaitan dengan agenda politik. Ia menjelaskan bahwa Prabowo hanya menjalankan tugasnya sebagai Presiden. "Jadi tidak bisa ditafsirkan bahwa ada agenda politik di pertemuan tersebut. Itu sebagai sebuah bentuk kerja bersama saja," katanya.
Fokus pada Program dan Kebijakan
Dia juga menambahkan bahwa Pemilu dan Pilpres 2029 masih jauh untuk dibahas saat ini, dan internal partai belum melakukan perhitungan politik untuk menghadapi pemilu mendatang. "Kalau dalam konteks hitung-hitungan politik belum ada. Karena kan kita sekali lagi kita sekarang kan sedang fokus untuk katakanlah mendukung program dan kebijakan Bapak Prabowo Subianto," jelas Sugiat.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memberikan pujian kepada Pramono atas kapasitasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ia berharap prestasi Pramono dapat diikuti oleh kepala daerah dari partai lain. "Saya harus akui kalau ada gubernur yang hebat, ya saya akui dia hebat.... Walaupun... walaupun bukan dari partai saya," ungkap Prabowo.