Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan kunjungan ke kantor DPP Partai Golkar pada Senin malam, 14 September. Pertemuan ini bertujuan untuk menegaskan dukungan terhadap koalisi pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Selain itu, kedua partai juga membahas RUU Pemilu yang saat ini sedang dalam tahap penyerapan aspirasi di Komisi II DPR.
Kesepakatan Ambang Batas Parlemen
Dalam pertemuan tersebut, kedua partai sepakat untuk mengubah ambang batas parlemen dari 4 persen menjadi 5 persen. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyatakan, "Misal tentang parliamentary threshold. Kita bersepaham di angka yang moderat saja, kira-kira 5 persen," saat dikonfirmasi pada Selasa, 15 September.
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam keterangan tertulisnya, memberikan pujian kepada PKS yang dianggap memiliki posisi penting sebagai anggota koalisi pemerintah. Bahlil menekankan pentingnya sistem pemilu yang dapat merepresentasikan kepentingan rakyat. Dia menambahkan, "Kita ingin suatu sistem pemilu yang tetap mencerminkan suara rakyat, tetapi juga memungkinkan hadirnya anggota DPR yang berkualitas." Dia juga menegaskan bahwa kedua partai akan terus berkomunikasi untuk membahas lebih lanjut mengenai RUU tersebut.
Dukungan PKS terhadap Pemerintah
Sementara itu, Presiden PKS Al Muzammil Yusuf menyatakan bahwa partainya akan terus mendukung setiap program strategis pemerintah. Dia mengungkapkan, Prabowo selama ini memiliki peran penting dalam menyelesaikan masalah umat. "Pernah ada yang menanyakan keberadaan PKS di koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Saya jawab, karena Pak Prabowo sangat akomodatif terhadap persoalan umat dan tidak pernah menyudutkan umat," ujarnya.
Muzammil menambahkan bahwa kunjungan ke Partai Golkar dapat mempererat hubungan antar anggota koalisi. Dia yakin bahwa kedua partai memiliki banyak potensi untuk bekerja sama. "PKS datang ke Partai Golkar karena kedekatan personal dan kesamaan pandang tentang Indonesia. Saya yakin banyak hal bisa dikerjasamakan dengan Partai Golkar," tutupnya.