Holding BUMN yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, kembali mencatatkan prestasi dengan masuk ke dalam daftar bergengsi Fortune Indonesia 100, yang merupakan kumpulan 100 perusahaan terbesar di Indonesia. Selain itu, InJourney juga menerima penghargaan khusus “Fastest Growing by Growth in Profit” dari Fortune Indonesia, sebagai bentuk pengakuan terhadap pertumbuhan laba perusahaan untuk tahun buku 2025.
Penghargaan ini menjadi simbol kebanggaan, karena mencerminkan skala dan pertumbuhan kinerja profitabilitas InJourney di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pada tahun 2025. “Penghargaan ini merupakan hasil dari konsistensi transformasi yang terus menerus dijalankan oleh InJourney. Namun yang perlu digarisbawahi, transformasi bisnis yang dilakukan InJourney bukan semata-mata untuk mendorong pertumbuhan guna pencapaian kinerja finansial, akan tetapi juga bagaimana membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang semakin terintegrasi, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi Indonesia,” ungkap Direktur Utama InJourney, Maya Watono.
Transformasi Bisnis yang Berhasil
Dalam empat tahun terakhir, InJourney telah melakukan transformasi bisnis yang signifikan, mengubah perusahaan dari yang sebelumnya memiliki profitabilitas rendah dan utang tinggi menjadi entitas dengan kinerja laba yang solid serta menciptakan nilai bagi perekonomian. Strategi bisnis yang diterapkan bertujuan untuk memperkuat fundamental perusahaan sekaligus memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Kinerja tahun 2025 menunjukkan peningkatan profitabilitas dan struktur keuangan yang lebih baik.
Kinerja tersebut dicapai melalui penerapan strategi bisnis yang efektif, pelaksanaan aksi korporasi yang transformatif, serta pengelolaan risiko yang baik. Hasilnya, InJourney mencatatkan pendapatan sebesar Rp35,0 triliun, EBITDA Rp15,4 triliun, dan laba bersih sebesar Rp6,8 triliun, yang merupakan 218,1% dari target dan tumbuh 171,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, InJourney juga mendapatkan peringkat idAAA/Stable Outlook dari PEFINDO.
Pengembangan Ekosistem Pariwisata
Sepanjang tahun 2025, InJourney melanjutkan transformasi dan pengembangan aset secara terintegrasi di berbagai lini ekosistem aviasi dan pariwisata, sebagai bagian dari upaya membangun destinasi dan pengalaman perjalanan yang berkualitas. Transformasi ini dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas infrastruktur, tetapi juga pada optimalisasi fungsi aset, penguatan nilai komersial, serta penciptaan pengalaman yang lebih relevan bagi wisatawan dan pengguna jasa.
Transformasi tersebut mencakup revitalisasi fasilitas dan pengalaman penumpang di bandara, pengembangan kawasan dan infrastruktur pendukung pariwisata Borobudur, serta pengembangan destinasi pariwisata kesehatan dan kebugaran di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur. Selain itu, penguatan atraksi, amenitas, dan fasilitas publik di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) juga menjadi fokus utama. Di sektor ritel, pengembangan jaringan Sarinah di berbagai bandara turut memperkuat kehadiran produk dan merek Indonesia dalam perjalanan wisatawan, serta mendukung ekonomi kreatif dan UMKM melalui ekosistem aviasi dan pariwisata.
“Pertumbuhan profit yang dicapai InJourney merupakan hasil dari upaya menjaga keseimbangan antara akselerasi bisnis, peningkatan efisiensi, penguatan fundamental keuangan, serta penerapan manajemen risiko yang disiplin. Ke depan, kami akan terus memastikan setiap langkah pertumbuhan dilakukan secara prudent dan terukur sehingga mampu memperkuat kesehatan perusahaan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” jelas Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney, Yudi Rizkyardie Darun.
Fortune Indonesia 100 adalah pemeringkatan yang didasarkan pada besaran pendapatan perusahaan pada tahun fiskal 2025. Untuk dapat masuk dalam daftar ini, perusahaan harus mencatatkan pendapatan minimal Rp12,31 triliun berdasarkan kinerja tahun fiskal 2025, dengan ambang batas tersebut meningkat 7,85 persen dibandingkan tahun lalu. Secara keseluruhan, total pendapatan 100 perusahaan dalam Fortune Indonesia 100 tahun ini mencapai Rp6.224,01 triliun. Jika dibandingkan dengan PDB nominal Indonesia 2025 yang mencapai Rp23.821,1 triliun menurut data Badan Pusat Statistik, total pendapatan Fortune Indonesia 100 setara dengan sekitar 26,1 persen dari PDB nasional.