Tuesday, 05 May 2026
Fakta Hukum

Isu Penutupan Program Studi yang Tidak Relevan dengan Industri

Pendidikan tinggi kembali menjadi sorotan dengan wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan dunia industri. Hal ini menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai fungsi dan relevansi...

N
Narayana Putra
02 May 2026 12 pembaca
Isu Penutupan Program Studi yang Tidak Relevan dengan Industri

Isu pendidikan tinggi saat ini tengah menjadi perhatian publik, terutama terkait wacana penutupan program studi yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan industri. Wacana ini kini diubah menjadi "pengembangan" program studi, yang memicu berbagai diskusi di kalangan akademisi dan masyarakat.

Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa pendidikan akademik tidak sama dengan pelatihan atau kursus yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar. Pendidikan tinggi bertujuan untuk melatih mahasiswa agar mampu berpikir kritis, kreatif, solutif, adaptif, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Lulusan yang bekerja di bidang yang tidak sejalan dengan program studi yang diambil menunjukkan bahwa tujuan pendidikan tinggi telah tercapai.

Indikator keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya dilihat dari banyaknya alumni yang bekerja di bidang yang relevan, tetapi juga dari kemampuan lulusan untuk beradaptasi dan berkontribusi kepada masyarakat. Seorang lulusan program studi ilmu pendidikan yang berkarir sebagai bankir atau direktur rumah sakit, misalnya, justru mencerminkan keberhasilan pendidikan.

Selanjutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam pewarisan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Jika pendidikan hanya berorientasi pada industri, program studi yang kurang diminati mungkin akan terancam ditutup. Perguruan tinggi harus berupaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan amanat konstitusi, tanpa membenturkan pemajuan ilmu pengetahuan dengan kepentingan industri tertentu.

Penting untuk dicatat bahwa Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Syaifudian, menekankan bahwa pendidikan tinggi tidak boleh hanya dilihat sebagai penyedia tenaga kerja. Kajian komprehensif mengenai program studi perlu dilakukan, dengan mempertimbangkan fungsi luas perguruan tinggi.

Menutup program studi yang dianggap tidak relevan merupakan masalah kompleks. Pertanyaan-pertanyaan muncul, seperti bagaimana menempatkan disiplin keilmuan, program studi mana yang perlu ditutup, dan apakah jumlah peminat menjadi pertimbangan. Selain itu, kualitas program studi melalui akreditasi juga harus diperhatikan.

Praktik penutupan program studi yang dianggap tidak relevan memang sudah terjadi di perguruan tinggi, namun perlu diperhatikan dampak yang mungkin timbul jika wacana ini diterapkan secara nasional. Pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya permukaan dari isu yang lebih dalam, dan perlu melibatkan semua pemangku kepentingan untuk mencari solusi yang tepat.

Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait