Fakta Politik

Jokowi: PSI Sebagai Partai Baru, Namun Sudah Menjadi Sorotan

Presiden Joko Widodo menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memiliki potensi untuk berkembang meskipun masih tergolong baru. Ia mengungkapkan bahwa sudah ada kekhawatiran dari beberapa pihak terka...

U
Ulam Kirana
28 September 2026
33 pembaca
Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengungkap dirinya telah resmi menjadi anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sejak 14 Oktober 2025. (Foto:dok. PSI)
Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengungkap dirinya telah resmi menjadi anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sejak 14 Oktober 2025. (Foto:dok. PSI)

Presiden Joko Widodo, yang menjabat sebagai presiden ke-7 Indonesia, menyatakan bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) perlu percaya pada kemampuannya untuk tumbuh menjadi partai yang lebih besar. Menurutnya, meskipun PSI adalah partai baru, keberadaannya tetap diperhitungkan dalam kancah politik. Jokowi bahkan mengungkapkan bahwa terdapat pihak-pihak yang merasa khawatir akan perkembangan PSI.

“Karena meskipun PSI ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan,” ungkap Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI di Kota Bandung, pada hari Senin (28/9).

Keyakinan untuk Berkembang

Jokowi mengingatkan kepada para kader PSI untuk memiliki keyakinan bahwa partai ini akan mampu berkembang menjadi partai besar. Ia menekankan bahwa ketakutan terhadap partai baru seharusnya tidak ada. “Wong sama partai baru saja kok takut. Ini partai baru, tapi juga hati-hati. Meskipun partai baru, hati-hati, ini akan menjadi partai besar,” katanya.

Pentingnya Kerja Keras dan Struktur Partai

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga membahas mengenai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold. Ia meminta agar kader PSI tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk merasa khawatir. “Oleh sebab itu saya sampaikan, mau parliamentary threshold 5 persen, oke, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 6 persen, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 7 persen, nggak masalah. Mau parliamentary threshold 8 persen, nggak masalah,” tegasnya.

Jokowi menekankan bahwa yang terpenting adalah kerja keras dari para kader dan keberadaan struktur partai yang aktif. Ia menekankan bahwa struktur PSI harus berfungsi dengan baik dan terlibat dalam masyarakat. “Asal, as long as, asalkan saudara-saudara bekerja keras untuk partai, strukturnya aktif dan bekerja, hidup dan bekerja,” tambahnya.

Presiden Jokowi juga meminta semua kader PSI untuk percaya pada target yang ditetapkan oleh partai. Ia menegaskan bahwa target PSI tidak seharusnya hanya terbatas pada mendapatkan kursi di parlemen. “Kita harus meyakini itu, kita harus meyakini itu. Target kita bukan hanya masuk Senayan, bukan hanya masuk Senayan,” ujar Jokowi.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PSI, Endang Tirtana, menyatakan bahwa kehadiran Jokowi di PSI akan meningkatkan optimisme mereka untuk menghadapi Pemilu 2029. “Dengan bergabungnya Pak Jokowi dalam keluarga besar PSI. Kita semakin optimis, PSI akan menang di Pemilu 2029 mendatang,” kata Endang.

Artikel Terkait