Fakta Nasional

Kapal KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar, Satu Tewas dan Dua Puluh Lima Hilang

Kapal Motor Nurul Salsa dilaporkan tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, dengan satu penumpang meninggal dan 25 lainnya masih hilang.

N
Naufal Akbar
18 July 2026
52 pembaca
Foto: Tim SAR mencari penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar. (dok. Istimewa)
Foto: Tim SAR mencari penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar. (dok. Istimewa)

Makassar - Kapal Motor (KM) Nurul Salsa mengalami tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Dalam insiden ini, satu penumpang ditemukan meninggal dunia, sementara 25 orang lainnya masih dalam pencarian.

Menurut informasi yang diperoleh pada Sabtu (18/7/2026), dari total 78 orang yang berada di atas kapal, sebanyak 52 orang telah berhasil diselamatkan. Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyatakan, "Data korban terus kami perbarui berdasarkan hasil verifikasi di lapangan. Kami mencocokkan informasi dari manifes, laporan keluarga, pemerintah setempat, serta korban yang telah dievakuasi."

Pencarian Korban Diperluas

Arif menambahkan bahwa proses pencarian diperluas setelah pihak kerabat korban memberikan laporan tambahan di posko aduan. "Tujuannya agar tidak ada korban yang terlewat dan seluruh data yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat. Dari hasil verifikasi itu, kami mendapati ada tiga orang lagi yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya sehingga jumlah korban dalam pencarian bertambah," ujarnya.

Operasi Penyelamatan Berlanjut

Pada hari ketiga operasi penyelamatan, tim SAR gabungan membagi area pencarian menjadi dua sektor utama. KN SAR Kamajaya 104 dikerahkan untuk menyisir sektor II, sedangkan KRI Marlin 877 melakukan pencarian di sektor I. Operasi ini juga didukung oleh pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin yang melakukan pencarian dari udara.

KM Nurul Salsa dilaporkan tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kepulauan Selayar, pada Rabu (15/7). Hingga hari ketiga operasi, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran intensif untuk menemukan 25 korban yang masih hilang.

Artikel Terkait