Menurut studi Global Burden of Disease, diperkirakan ada 18,9 juta kasus pertusis dan 115.000 kematian akibat penyakit ini pada tahun 2023. Meskipun terjadi penurunan angka kejadian dan kematian sejak tahun 1990, risiko tetap tinggi, terutama bagi bayi yang berusia di bawah enam bulan.
Beban Penyakit di Afrika Sub-Sahara
Data menunjukkan bahwa sekitar 65 persen kematian akibat pertusis terjadi di Afrika sub-Sahara. Bayi yang berusia di bawah enam bulan menghadapi risiko kematian tertinggi, dan mereka dapat mengalami henti napas yang berbahaya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa pada tahun 2025, 85 persen bayi di seluruh dunia diperkirakan akan menerima tiga dosis vaksin DTP, yang penting untuk melindungi mereka dari penyakit ini.
Gejala dan Tantangan Diagnosis
Pertusis, yang juga dikenal sebagai batuk rejan, sering kali dimulai dengan gejala ringan yang mirip dengan pilek, seperti hidung berair, demam ringan, dan batuk yang tidak teratur. Namun, dalam waktu satu hingga dua minggu, batuk dapat menjadi lebih parah dan muncul dalam serangan yang kuat. Pada bayi, gejala tidak selalu berupa batuk; beberapa bayi justru mengalami henti napas sesaat atau kesulitan bernapas, sehingga penyakit ini bisa sulit dikenali.
Studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine menunjukkan bahwa meskipun ada kemajuan jangka panjang, di mana angka kejadian yang disesuaikan menurut usia turun 41,6 persen dan angka kematian turun 61,2 persen sejak tahun 1990, pertusis masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan. Setelah pandemi, terdapat peningkatan jumlah kasus dan kematian pada tahun 2023 dibandingkan dengan tahun 2020, meskipun jika dibandingkan dengan tahun 2019, tingkat pertusis secara global telah kembali mendekati kondisi sebelum pandemi.
Penting untuk melindungi bayi dari penyakit ini. WHO menekankan bahwa vaksinasi saat hamil dapat membantu melindungi bayi yang belum bisa divaksinasi. Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk mengikuti jadwal imunisasi anak dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika ada dosis yang terlewat. Jika bayi menunjukkan kesulitan bernapas atau mengalami henti napas, segera cari pertolongan medis.