Fakta Ekonomi

Peluang BUMN Hasil Restrukturisasi Danantara untuk Melantai di Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengidentifikasi potensi perusahaan hasil restrukturisasi Danantara untuk mencatatkan diri di pasar modal. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dala...

F
Fidzu Ardaf
29 October 2026
4 pembaca
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta. [Suara.com/Rina]
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta. [Suara.com/Rina]

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa restrukturisasi yang dilakukan oleh Danantara dapat menghasilkan perusahaan-perusahaan yang berpotensi untuk melantai di bursa. Pernyataan ini disampaikan oleh Jeffrey Hendrik pada hari Rabu, 28 Oktober 2026, di Gedung BEI.

BEI melihat ada peluang bagi beberapa perusahaan di bawah kelompok Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk terdaftar di pasar modal setelah menjalani proses restrukturisasi. Jeffrey Hendrik menyatakan, "Sekarang ini Danantara kan juga sedang melakukan restrukturisasi. Nah, dari hasil restrukturisasi tersebut juga tentu ada potensi. Ada beberapa perusahaan hasil restrukturisasi dari kelompok Danantara yang bisa dicatatkan juga di bursa."

Peluang di Tengah Tantangan Pasar Modal

Dia menambahkan bahwa peluang ini merupakan salah satu aspek yang dapat dioptimalkan oleh BEI meskipun tantangan di pasar modal tetap ada. "Ya, jadi kami melihat terlepas bahwa tantangan ke depan mungkin tidak berkurang. Tetapi potensi yang bisa kita upayakan dengan kerja keras itu masih bisa kita lakukan," jelasnya.

Namun, Jeffrey belum memberikan rincian mengenai jumlah perusahaan yang mungkin akan melantai di bursa sebagai hasil dari restrukturisasi tersebut. "Belum, makanya kita perlu petakan dulu," ujarnya.

Peran Pemerintah dalam Mendorong Investasi

Lebih lanjut, Jeffrey juga menyoroti peluang pertumbuhan pasar modal yang dapat muncul dari inisiatif pemerintah dalam mendirikan kawasan industri dan mendorong investasi di sektor manufaktur. Menurutnya, aktivitas tersebut akan memerlukan pembiayaan, yang salah satunya dapat diperoleh melalui pasar modal. "Pemerintah kan aktif mendirikan kawasan industri itu. Mendorong perusahaan-perusahaan untuk berinvestasi di industri manufaktur, misalnya. Nah, tentu itu kan akan membutuhkan pembiayaan. Salah satu potensi pembiayaannya tentu adalah melalui pasar modal," tegasnya.

Baca Juga Danantara Incar Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Misterius!

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait