Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, menekankan bahwa pemerintah menghargai hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat. Ia juga mengajak para demonstran untuk menyampaikan aspirasi mereka dengan cara yang damai, tertib, dan bertanggung jawab.
Aksi #IndonesiaSadar di Jakarta
Aksi demonstrasi bertajuk #IndonesiaSadar yang berlangsung di Jakarta berakhir setelah hujan deras mengguyur, menyebabkan massa di depan Menara UOB bubar sekitar pukul 20.00 WIB. Sementara itu, di dekat Hotel Mandarin Oriental, terjadi bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan, yang mengakibatkan penggunaan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan kerumunan.
Para mahasiswa dan masyarakat yang terlibat dalam aksi tersebut mengajukan lima tuntutan, yang meliputi penetapan status bencana nasional, perbaikan anggaran negara, akses pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta perlindungan terhadap kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia.
Pentingnya Tindakan Damai
Dudung mengingatkan kepada para peserta aksi untuk menghormati hak masyarakat lainnya dan menjaga kelancaran aktivitas publik, termasuk akses ke rumah sakit dan layanan darurat. Ia juga meminta aparat keamanan untuk bertindak secara profesional dan humanis, serta mengutamakan pendekatan persuasif sesuai dengan hukum yang berlaku. "Mari kita jaga keamanan, kita rawat persatuan dan kita tempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok maupun golongan," tuturnya.
Salah satu peserta aksi, Fathimah Azzahra, yang merupakan Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia, berhasil menyampaikan orasi di Bunderan Hotel Indonesia. Dalam orasinya, Fathimah mengungkapkan pengalamannya saat dihadang oleh personel TNI yang meminta izin untuk memasuki kawasan tersebut. Ia mempertanyakan siapa yang dimaksud sebagai pemilik wilayah di Bunderan HI dan menegaskan bahwa TNI seharusnya menjaga hak masyarakat, bukan menguasai ruang publik.
Fathimah menegaskan bahwa tindakan tersebut menunjukkan bahwa tuntutan masyarakat dapat diabaikan kapan saja, termasuk saat mereka berusaha menyuarakan aspirasi. "Tidak perlu menunggu kita selesai, tidak perlu menunggu kita pulang. Pada saat kami baru sampai pun, mereka sudah terang-terangan menunjukkan bahwa mereka tidak ingin mengindahkan apa yang menjadi tuntutan kita,” ujarnya.
Berikut adalah lima tuntutan yang disampaikan dalam demonstrasi pada 28 Oktober, bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda ke-98:
- Tetapkan status bencana nasional, adili korporasi yang bertanggung jawab dan tuntaskan tata kelola lahan.
- Wujudkan APBN untuk kepentingan rakyat dan hentikan pemborosan untuk kepentingan politik berkedok program populis seperti MBG (Makan Bergizi Gratis) dan Koperasi Desa Merah Putih.
- Turunkan biaya pendidikan, berikan akses layanan dasar yang merata dan sediakan lapangan pekerjaan yang berkualitas.
- Hentikan penggunaan hukum untuk penyalahgunaan kekuasaan dan berantas KKN.
- Kembalikan kebebasan bersuara, adili pelanggar HAM dan hentikan militerisasi di ruang hukum.