Sejumlah peristiwa menarik mewarnai berita pada Rabu (28/10/2026), termasuk aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), persiapan ibadah haji 2027, serta hasil sementara pemilihan umum di Israel. Selain itu, kasus penembakan antar polisi di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, kembali menjadi sorotan setelah kuasa hukum keluarga korban mempertanyakan rekaman CCTV yang ditunjukkan oleh penyidik. Desakan untuk menetapkan kebakaran hutan dan lahan sebagai bencana nasional juga menjadi perhatian publik. Berikut adalah lima berita pilihan yang dirangkum dalam TOP 5.
Demonstrasi di Bundaran HI
Aparat kepolisian dan TNI menangkap beberapa pemuda saat aksi demonstrasi di Bundaran HI, tepatnya di depan Gedung UOB, Jakarta, pada Rabu malam (28/10/2026). Dalam pantauan, aparat terlihat menyeret pemuda berbaju hitam di tengah hujan deras.
Persiapan Ibadah Haji 2027
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah merilis daftar nama jemaah haji reguler yang terdaftar dalam kuota penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi. Daftar tersebut mencakup jemaah yang telah melunasi biaya namun menunda keberangkatan, jemaah yang masuk dalam alokasi kuota tahun ini, serta jemaah lanjut usia yang menjadi prioritas. Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heriyawan, mengimbau agar jemaah memeriksa status keberangkatan mereka melalui laman resmi Kemenhaj.
Hasil Sementara Pemilu Israel
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sementara ini unggul dalam proyeksi perolehan kursi parlemen atau Knesset berdasarkan penghitungan suara pemilu pada Rabu (28/10/2026). Blok yang dipimpinnya diperkirakan akan memperoleh 56 kursi, masih kurang lima kursi untuk mencapai ambang mayoritas 61 kursi dalam membentuk pemerintahan. Sementara itu, blok oposisi yang dipimpin oleh Gadi Eisenkot diproyeksikan meraih 49 kursi, dan partai-partai yang mayoritas berbasis Arab diperkirakan mendapatkan 15 kursi.
Kasus Penembakan di Pondok Cabe
Kasus penembakan antar anggota polisi di Mako Polairud Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, kembali menjadi perhatian setelah kuasa hukum keluarga Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai mengungkapkan bahwa mereka telah diperlihatkan 10 rekaman CCTV. Rekaman berdurasi sekitar 15 menit tersebut ditunjukkan oleh penyidik Jatanras Polda Metro Jaya kepada keluarga pada 20 Oktober 2026. Pengacara keluarga korban, Ardy Mbalembout, menilai rekaman yang ditunjukkan belum mampu menjawab sejumlah pertanyaan mengenai pergerakan korban dan rangkaian peristiwa penembakan, serta menduga bahwa pelaku tidak bertindak sendirian.
Desakan untuk Menetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional
Kabinet Bayangan mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menetapkan kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Indonesia sebagai bencana nasional. Desakan ini muncul karena dampak karhutla dinilai semakin serius, baik terhadap kualitas udara maupun kesehatan masyarakat. Menteri Perlindungan Lingkungan dan Perubahan Iklim di Kabinet Bayangan, Iqbal Damanik, menyoroti kondisi udara di Palangka Raya, Pontianak, Palembang, dan Ogan Komering Ilir.