Fakta Politik

Kecelakaan Kapal Feri Kembali Terulang, DPR Desak Evaluasi Kemenhub

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mengkritik Kementerian Perhubungan setelah kebakaran KMP Batumandi di Pelabuhan Merak, Banten, yang terjadi pada Selasa (20/10). Ia menilai evaluasi terhadap keselamata...

N
Narayana Putra
22 October 2026
25 pembaca
Kecelakaan Kapal Feri Kembali Terulang, DPR Desak Evaluasi Kemenhub
Sumber gambar: cnnindonesia.com

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyampaikan kritik kepada Kementerian Perhubungan menyusul insiden kebakaran yang melanda Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10). Kebakaran ini menambah daftar panjang kecelakaan kapal yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2026.

Lasarus mengungkapkan bahwa meskipun pihaknya telah meminta evaluasi kepada kementerian terkait, insiden kecelakaan kapal masih terus berulang. "Sehingga kejadian ini bisa terjadi lagi dan terjadi lagi. Belum ada perbaikan yang dilakukan oleh Ditjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan. Itu catatan dari kami," ujarnya saat dihubungi pada Rabu (21/10).

Permintaan Evaluasi yang Tak Diindahkan

Lasarus berpendapat bahwa permintaan evaluasi menyeluruh yang diajukan ke Kementerian Perhubungan tampaknya tidak diindahkan. "Kita kan sudah minta dilakukan evaluasi menyeluruh. Ini tidak dilakukan sepertinya," ucapnya. Ia juga mengkritik respons kementerian yang dianggapnya lemah dalam menangani kasus kecelakaan kapal yang terus berulang.

"Responsnya [kemenhub] sangat lemah dalam menyikapi kejadian kebakaran kapal yang terus dan terus berulang," tambahnya. Ia mempertanyakan mengapa kementerian tidak melakukan perbaikan terhadap mekanisme atau Standar Operasional Prosedur (SOP) pengawasan kapal. "Karena tidak dilakukan perbaikan terhadap mekanismenya sudah ada yang sudah gagal gitu loh. Kalau SOP yang gagal itu jangan dipakai lagi dong," ungkapnya.

Kronologi Kebakaran KMP Batumandi

Sebelumnya, KMP Batumandi mengalami kebakaran di perairan Selat Sunda, dekat Pelabuhan Merak, pada Selasa sore. Menurut keterangan dari Kantor SAR Banten, sebanyak 460 orang berhasil dievakuasi, yang terdiri dari 420 penumpang dan 40 kru kapal. Semua penumpang dan kru berhasil diselamatkan, meskipun 11 orang di antaranya memerlukan perawatan medis lebih lanjut di RS Krakatau Medika, Cilegon.

Corporate Secretary PT ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa kebakaran diduga berasal dari buritan kapal sekitar pukul 16.15 WIB, tepatnya di dek atas yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil. Windy menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelidiki penyebab kebakaran lebih lanjut. "Dugaan sementara ada percikan dari area buritan kapal. tapi hal ini masih kami dalami, kami juga pasti masih berkoordinasi dengan Basarnas, pihak kepolisian, melakukan pemantauan penyebab kebakaran tersebut," tutupnya.

Artikel Terkait