Jakarta - Kegiatan seperti menggambar, melukis, bermain musik, dan mengunjungi museum ternyata memiliki potensi untuk memperlambat proses penuaan tubuh. Temuan ini berasal dari studi yang dilakukan oleh University College London (UCL) dan dipublikasikan dalam jurnal Innovation in Aging pada Mei 2026. Peneliti menganalisis data survei serta sampel darah dari 3.556 orang dewasa di Inggris untuk mengeksplorasi hubungan antara aktivitas seni dan perubahan biologis dalam tubuh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang secara rutin terlibat dalam kegiatan seni dan budaya memiliki usia biologis yang lebih muda dibandingkan mereka yang jarang melakukannya.
Efek Positif Aktivitas Seni
Penelitian ini mengungkapkan bahwa orang yang melakukan aktivitas seni setidaknya sekali dalam seminggu mengalami proses penuaan sekitar 4 persen lebih lambat dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya secara rutin. Angka ini sebanding dengan manfaat yang diperoleh dari aktivitas olahraga secara teratur.
Aktivitas seni yang dimaksud mencakup berbagai kegiatan, seperti membaca, bermain musik, menonton pertunjukan, mengunjungi galeri seni, dan datang ke museum. Peneliti mencatat bahwa semakin beragam aktivitas seni yang dilakukan, semakin besar pula manfaat yang terlihat terhadap kesehatan biologis.
Pentingnya Seni dalam Gaya Hidup Sehat
Profesor Daisy Fancourt dari UCL menyatakan bahwa seni seharusnya dianggap sebagai bagian dari gaya hidup sehat, sama halnya dengan olahraga. Ia menjelaskan bahwa setiap aktivitas seni memiliki elemen yang berbeda yang dapat memberikan stimulasi emosional, sosial, fisik, dan kognitif bagi tubuh serta pikiran. "Hasil ini menunjukkan dampak kesehatan dari seni pada tingkat biologis," ungkap Fancourt.
Untuk mengukur dampak aktivitas seni terhadap tubuh, tim peneliti menggunakan metode yang disebut epigenetic clocks, yang mengukur perubahan kimia pada DNA terkait dengan proses penuaan biologis. Dua alat ukur terbaru yang digunakan, yaitu DunedinPoAm dan DunedinPACE, menunjukkan bahwa individu yang aktif dalam kegiatan seni memiliki laju penuaan yang lebih lambat. Bahkan, peserta yang melaksanakan aktivitas seni setiap minggu rata-rata tercatat memiliki usia biologis sekitar satu tahun lebih muda.
Menariknya, hasil penelitian ini tetap terlihat meskipun faktor-faktor lain seperti pendidikan, pendapatan, indeks massa tubuh, dan kebiasaan merokok sudah diperhitungkan.
Selain memperlambat penuaan, penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa aktivitas seni dapat membantu mengurangi stres, menurunkan peradangan dalam tubuh, dan menjaga kesehatan jantung. Menurut Dr. Feifei Bu, salah satu penulis studi, temuan ini memperkuat bukti bahwa seni bukan sekadar hiburan, melainkan juga memiliki dampak signifikan bagi kesehatan manusia.
Efek positif ini terutama terlihat pada individu berusia 40 tahun ke atas. Oleh karena itu, peneliti menilai bahwa keterlibatan dalam kegiatan seni dan budaya dapat menjadi kebiasaan sederhana yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup pada usia dewasa dan lanjut usia. "Studi kami memberikan bukti pertama bahwa keterlibatan dalam seni dan budaya berkaitan dengan laju penuaan biologis yang lebih lambat," tuturnya.