Komisi I DPR mendesak TNI untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait latihan dasar militer (latsarmil) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah insiden meninggalnya Vanreko Varkas Bagaskara (28) pada Sabtu (26/9). Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, menegaskan bahwa Kementerian Pertahanan harus memberikan perhatian serius terhadap kejadian ini.
“Kejadian meninggalnya peserta dalam pelaksanaan latihan militer perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, khususnya Kementerian Pertahanan,” ungkap Hasanuddin saat dihubungi pada Minggu (27/9).
Pentingnya Evaluasi Prosedur Kesehatan
Hasanuddin menekankan perlunya evaluasi terhadap prosedur pemeriksaan kesehatan, standar keselamatan, dan mekanisme penanganan keadaan darurat selama pelaksanaan program Komcad. Ia mengingatkan bahwa pemeriksaan kesehatan tidak seharusnya hanya menjadi formalitas, melainkan harus memastikan bahwa peserta dalam kondisi siap untuk mengikuti latihan.
“Kondisi fisik setiap peserta harus benar-benar dipastikan mampu mengikuti latihan. Apabila dinyatakan tidak siap, peserta tidak perlu dipaksakan,” tambahnya.
Kesiapan Fisik dan Dukungan Medis
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, juga menekankan bahwa latihan dasar militer Komcad memerlukan kesiapan fisik dan mental yang baik. Ia menyatakan bahwa dukungan medis dan kesiapan kesehatan peserta merupakan bagian penting dari pelaksanaan program tersebut.
Dave mengungkapkan bahwa korban telah mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gangguan kesehatan dan dirawat secara intensif. “Kita perlu menghormati proses penanganan dan evaluasi yang dilakukan oleh pihak terkait agar kondisi yang sebenarnya dapat diketahui secara utuh,” ujarnya.
Vanreko Varkas Bagaskara, ASN Kementerian Ekonomi Kreatif, dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Ia diduga mengalami serangan panas atau heatstroke.
Kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa, Kolonel Kes dr. Iman Fathurrohman, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula pada Jumat (25/9) pukul 09.30 WIB, ketika Vanreko telah menyelesaikan sesi pertama penutupan Latsarmil. Saat akan memasuki sesi latihan kedua, ia mengeluhkan pandangan gelap dan pusing, kemudian kehilangan kesadaran.
“Tim Kesehatan Pusdikkes yang bersiaga di lokasi latihan di bawah pimpinan dr. Iriane Dewi segera melakukan tindakan pertolongan pertama di tempat,” jelas Iman dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (27/9).