Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengembangkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ditujukan khusus bagi penyandang disabilitas di Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi, Jawa Barat. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para penyandang disabilitas agar dapat memenuhi tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Gedung yang dibangun memiliki dua lantai dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas aksesibilitas seperti ramp, lift, jalur pemandu, serta toilet khusus. Selain itu, terdapat juga fasilitas praktik yang mencakup laboratorium barista, galeri karya, dan ruang untuk latihan wawancara. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menekankan pentingnya penyesuaian pelatihan dengan kemampuan individu serta kebutuhan dunia usaha. Ia menyatakan, "Kami sadar teman-teman disabilitas tidak bisa langsung diserap begitu saja oleh perusahaan. Mereka harus dibekali keterampilan yang memadai."
Fasilitas dan Program Pelatihan
BLK ini dirancang dengan berbagai sarana untuk mendukung kemandirian peserta selama pelatihan. Yassierli menjelaskan, "Kelengkapan ini diharapkan dapat membantu peserta beraktivitas secara mandiri selama mengikuti pelatihan." Kemnaker juga menyediakan fasilitas pembelajaran berbasis praktik untuk membantu peserta mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja, termasuk Lobby KOS 3 in 1, layanan customer service berbasis biometrik, dan Public Café sebagai laboratorium pelatihan barista.
Peserta juga akan memiliki kesempatan untuk memamerkan hasil karya mereka di Exhibition & Sales Gallery serta berlatih wawancara kerja di Public Speaking Lab. Pelatihan di BLK ini tidak hanya terfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga mencakup pengembangan karakter dan kemampuan digital. Untuk mendukung program ini, Kemnaker telah menyiapkan Digital Skills Lab untuk pelatihan pemrograman berbasis kecerdasan buatan (AI), Batik & Craft Studio, dan Laboratorium Terapi Sensori.
Dukungan Mental dan Kesehatan
Ruang kelas di BLK dirancang untuk memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas, termasuk mereka yang memiliki tunarungu, tunanetra, tunadaksa, dan disabilitas intelektual. Selain keterampilan teknis, Kemnaker juga menekankan pentingnya kesiapan mental peserta dalam menghadapi dunia kerja. Oleh karena itu, layanan konseling psikologi karier disediakan untuk membantu peserta mengenali potensi diri dan membangun kepercayaan diri.
Area pelatihan juga dilengkapi dengan Healing Garden, musala inklusif dengan fasilitas wudu adaptif, panduan Braille dan audio, serta Playground & Entertainment Zone. Yassierli berharap dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya dapat membuka peluang kerja bagi lulusan pelatihan ini, sehingga keterampilan yang diperoleh dapat meningkatkan partisipasi penyandang disabilitas dalam lingkungan profesional.