Fakta Nasional

Ketegangan Meningkat, Riyadh Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh Selama Satu Minggu

Riyadh, Arab Saudi, mengumumkan transisi mendadak ke pembelajaran jarak jauh selama satu minggu akibat meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan milisi Houthi.

S
Stevani Nila Wardana
28 September 2026
32 pembaca
Sekolah di Riyadh (Foto: AFP/-)
Sekolah di Riyadh (Foto: AFP/-)

Di Riyadh, Arab Saudi, orang tua menerima pemberitahuan dari sekolah mengenai keputusan mendadak untuk beralih ke pembelajaran jarak jauh selama satu minggu. Hal ini terjadi seiring dengan meningkatnya ketegangan akibat serangan yang dilakukan oleh milisi Houthi terhadap Arab Saudi.

Dua pesan terpisah yang diterima oleh orang tua menyatakan, "Kami baru saja diberi tahu oleh otoritas Saudi bahwa sekolah harus tetap tutup sepanjang minggu," sebagaimana dilaporkan oleh AFP pada Senin (28/9/2026). Meskipun tidak ada penjelasan resmi mengenai keputusan ini, langkah tersebut diambil di tengah situasi yang semakin memanas di kawasan Teluk.

Reaksi Orang Tua dan Komunitas Sekolah

Seorang orang tua murid yang meminta untuk tidak disebutkan namanya menyatakan, "Ketika sebuah keputusan berdampak pada seluruh komunitas sekolah selama satu minggu penuh, keluarga berhak mendapatkan komunikasi yang jelas dan transparansi mengenai alasan di baliknya." Sementara itu, seorang ekspatriat asal Lebanon yang tinggal di Riyadh juga mengungkapkan kebingungannya, "Ini keputusan mendadak. Kami sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi."

Menjelang akhir hari Minggu, beberapa sekolah mulai mengindikasikan bahwa mereka akan kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka pada hari Senin. Namun, pejabat Saudi belum memberikan komentar resmi mengenai penutupan ini atau perintah untuk kembali ke pembelajaran tatap muka dalam waktu dekat.

Serangan Houthi dan Konsekuensinya

Pemberitahuan mengenai pembelajaran jarak jauh ini muncul sehari setelah koalisi yang dipimpin Saudi mengumumkan bahwa mereka telah mencegat pesawat nirawak dan rudal balistik yang ditujukan ke kerajaan. Serangan-serangan ini merupakan bagian dari eskalasi yang terus berlangsung sejak bulan Juli, yang mematahkan gencatan senjata yang telah ada selama bertahun-tahun dan memperburuk konflik di Yaman.

Dewan Keamanan PBB sebelumnya juga telah mengecam peningkatan serangan terhadap Arab Saudi oleh milisi Houthi, dengan menyoroti bahwa serangan tersebut telah menyebabkan luka pada "warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak."

Artikel Terkait