Fakta Nasional

Komjen Herry Heryawan Resmi Menjabat Kepala Baharkam Polri, Dikenal Sebagai 'Bapak Gajah'

Komjen Herry Heryawan, sosok yang dikenal peduli terhadap pelestarian gajah Sumatra, kini resmi menjabat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri setelah dilantik oleh Kapolri. Masyarakat Riau...

S
Stevani Nila Wardana
04 October 2026
31 pembaca
Foto: Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan (kiri) dan Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat (kanan)/dok. Istimewa
Foto: Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan (kiri) dan Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat (kanan)/dok. Istimewa

Pekanbaru - Komjen Herry Heryawan, yang dikenal luas sebagai 'Bapak Gajah' karena dedikasinya dalam pelestarian alam, kini kembali ke Jakarta untuk menjalani tugas baru sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri. Setelah hampir dua tahun bertugas di Provinsi Riau, pelantikan Herry dilakukan oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026. Pelantikan ini juga menandai kenaikan pangkatnya menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi atau jenderal bintang tiga.

Di balik kebanggaan atas promosi ini, masyarakat Riau menyimpan rasa kehilangan yang mendalam. Mereka berharap agar Komjen Herry tidak melupakan perhatian yang telah diberikan kepada gajah-gajah Sumatra yang selama ini menjadi fokusnya.

Inovasi Green Policing

Kehilangan sosok Herry Heryawan sangat dirasakan oleh masyarakat Riau. Lulusan Akademi Kepolisian 1996 ini dikenal sebagai polisi yang sangat peduli dengan pelestarian lingkungan, termasuk gajah Sumatra. Menurut catatan Jikalahari, saat ini hanya tersisa 216 ekor gajah di Riau, dan selama periode 2006 hingga 2026, tercatat 77 ekor gajah ditemukan mati di wilayah tersebut.

Konflik antara manusia dan gajah menyebabkan penurunan populasi hewan mamalia terbesar ini, sementara perambahan hutan yang menjadi habitat gajah turut memperburuk situasi. Komjen Herry Heryawan menyadari permasalahan ini dan saat dilantik pada Maret 2025, ia meluncurkan program Green Policing.

Green Policing adalah pendekatan modern dalam kepolisian yang menggabungkan aspek keamanan dengan pelestarian lingkungan. Program ini memiliki tiga poin utama: preventif melalui edukasi dan sosialisasi untuk mencegah kebakaran hutan; represif dengan penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan; dan restorasi dengan melakukan penanaman sejuta pohon untuk memulihkan lingkungan yang rusak.

Kepedulian Terhadap Gajah Sumatra

Selama menjabat sebagai Kapolda Riau, Komjen Herry Heryawan mengajak pelajar dan mahasiswa untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Ia mengganti tradisi pemberian karangan bunga dengan pohon sebagai hadiah untuk personel yang berulang tahun atau naik pangkat.

Komitmennya terhadap gajah Sumatra juga sangat terlihat. Pada Maret 2026, Polda Riau di bawah kepemimpinannya mengungkap kasus kematian gajah tanpa kepala di areal konsesi PT RAPP. Gajah berusia sekitar 40 tahun itu dibunuh dan gadingnya dijual. Dalam kasus ini, 17 orang ditangkap yang tergabung dalam sindikat jaringan Riau-Sumbar-Jakarta-Solo.

Komjen Herry juga mendirikan breeding area di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, untuk menjaga kelestarian gajah Sumatra. Ia berharap dengan adanya area ini, generasi mendatang masih dapat melihat satwa asli Sumatra. "Keberadaan gajah ini terus terusir. Mereka tidak tahu harus berkeluh kesah kepada siapa," ungkap Herry Heryawan.

Herry Heryawan menekankan bahwa Polri memiliki tanggung jawab untuk melindungi alam dan satwa yang dilindungi, sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026 mengenai perlindungan gajah Sumatra dan Kalimantan. Dalam mediasi dengan masyarakat yang tinggal di kawasan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo, ia menegaskan dukungannya untuk gajah-gajah yang terancam punah.

Dengan segala upaya dan kepeduliannya, Herry Heryawan dijuluki sebagai 'Bapak Gajah', dan ia juga menyatakan diri sebagai bapak asuh bagi anak gajah bernama Domang dan Tari.

Artikel Terkait