Jakarta - Kontroversi muncul setelah Hotman Paris memutuskan untuk membela mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, Febrie Adriansyah. Sebagai bentuk protes, sekelompok massa mendatangi kantornya yang terletak di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada siang hari, Senin (20/7/2026).
Demo tersebut diorganisir oleh sekelompok yang menyebut diri mereka Aktivis Connection. Mereka menyampaikan berbagai tuntutan di depan kantor hukum Hotman Paris & Partner yang berada di kompleks Ruko Kensington, Jalan Boulevard Raya, Kelurahan Kelapa Gading.
Desakan untuk Klarifikasi
Massa datang dengan membawa satu mobil komando dan enam unit Mikrolet, serta dilengkapi dengan bendera dan spanduk. Melalui mobil komando, orator menyampaikan desakan agar Hotman Paris memberikan klarifikasi, terutama terkait pernyataannya yang dianggap merendahkan profesi jurnalis. "Hotman Paris harus menyampaikan klarifikasi di depan publik. Kemarin juga dia sempat menghina salah satu profesi, jurnalistik, menghina wartawan," teriak orator dalam aksi tersebut.
Selain itu, massa juga menolak apa yang mereka sebut sebagai pembodohan publik dan narasi yang menyesatkan yang dibangun oleh Hotman Paris. Mereka mengkritik gaya Hotman yang dianggap sensasional dan sering memamerkan kekayaan. "Hukum harus berdasarkan bukti, bukan pamer kekayaan dan sensasi," demikian tertulis pada spanduk yang mereka bawa.
Peringatan untuk Menegakkan Hukum
Massa juga mengingatkan Hotman Paris untuk lebih menegakkan hukum, bukan justru membela para koruptor. "Tegakkan hukum, basmi advokat pembela koruptor perusak NKRI," bunyi salah satu spanduk yang dibawa oleh pengunjuk rasa.
Menanggapi aksi tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengonfirmasi bahwa demonstrasi berlangsung dengan tertib dan aman. "Benar, ada aksi di depan kantor tersebut. Untuk pengamanan ada 17 personel Polsek Kelapa Gading," ujarnya.
Seiring dengan aksi ini, Hotman Paris sebelumnya telah meminta maaf dua kali setelah konferensi pers terkait kasus Febrie yang menuai banyak kecaman.