Fakta Ekonomi

Novo Nordisk Bertransformasi Menjadi Novo, Siapkan Strategi Baru untuk Menghadapi Persaingan

Perusahaan farmasi asal Denmark, Novo Nordisk, melakukan rebranding menjadi "Novo" untuk memperkuat identitas dan daya saing di industri kesehatan. Perubahan ini juga mencakup pengenalan budaya kerja...

F
Fidzu Ardaf
19 September 2026
28 pembaca
Ilustrasi. Novo Nordisk memasuki babak baru bisnisnya. Perusahaan farmasi asal Denmark tersebut melakukan rebranding dengan menggunakan nama "Novo" dalam penggunaan sehari-hari dan mengusung slogan baru, "Lasting Health Starts Now". Foto ist.
Ilustrasi. Novo Nordisk memasuki babak baru bisnisnya. Perusahaan farmasi asal Denmark tersebut melakukan rebranding dengan menggunakan nama "Novo" dalam penggunaan sehari-hari dan mengusung slogan baru, "Lasting Health Starts Now". Foto ist.

Perusahaan farmasi Denmark, Novo Nordisk, telah memasuki fase baru dalam perjalanan bisnisnya dengan melakukan rebranding menjadi "Novo". Dalam proses ini, mereka juga meluncurkan slogan baru, "Lasting Health Starts Now". Transformasi ini bertujuan untuk memperkuat identitas perusahaan serta budaya kerjanya melalui inisiatif yang dikenal sebagai "The Novo Way". Langkah ini diambil sebagai respons terhadap persaingan yang semakin ketat di sektor kesehatan dan perubahan kebutuhan konsumen.

Mike Doustdar, Presiden dan CEO Novo, menyatakan bahwa kebutuhan kesehatan yang belum terpenuhi masih sangat signifikan. Ia menambahkan bahwa masyarakat kini mengharapkan solusi kesehatan yang lebih responsif dan relevan, yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Individu dan komunitas selalu menjadi fokus utama dalam pengembangan sains di Novo," ungkap Mike dalam pernyataan resmi.

Strategi Baru dan Identitas Perusahaan

Menurut Mike, Novo telah berkontribusi dalam transformasi di berbagai bidang kesehatan, termasuk diabetes dan obesitas, melalui inovasi yang telah dimanfaatkan oleh jutaan orang. Namun, perusahaan menyadari bahwa tantangan yang akan datang memerlukan pendekatan kerja yang berbeda. Oleh karena itu, mereka memperbarui identitas merek dan budaya perusahaan untuk memperkuat cara Novo beroperasi dan bersaing. "Identitas brand dan budaya perusahaan kami memiliki peran strategis dan akan memperkuat cara kami beroperasi dan bersaing, namun alasan keberadaan kami tidak akan berubah," jelasnya.

Dalam rebranding ini, "Novo" akan menjadi nama yang digunakan dalam interaksi sehari-hari, sementara Novo Nordisk A/S tetap menjadi nama resmi perusahaan di tingkat global. Identitas visual perusahaan juga mengalami pembaruan, dengan logo banteng Apis yang memiliki sejarah panjang di Novo mendapatkan tampilan yang lebih modern untuk mencerminkan arah perusahaan ke depan.

Budaya Kerja Baru: The Novo Way

Slogan "Lasting Health Starts Now" menjadi inti dari identitas baru perusahaan, menekankan bahwa kesehatan yang berkelanjutan tidak perlu ditunggu, melainkan dimulai dari perubahan yang dapat dirasakan saat ini. Bersamaan dengan rebranding, Novo memperkenalkan "The Novo Way" sebagai dasar baru dari budaya perusahaan. Budaya ini dibangun di atas empat prinsip utama: Customer Obsession, Competitiveness, Clarity, serta Care & Integrity.

Prinsip Customer Obsession menempatkan konsumen dan pasien sebagai pusat inovasi, sedangkan Competitiveness mendorong peningkatan kinerja untuk memberikan nilai lebih kepada pemangku kepentingan. Clarity bertujuan untuk menciptakan fokus dan kecepatan melalui prioritas yang jelas, cara kerja yang sederhana, serta tindakan yang tegas. Sementara itu, Care & Integrity menekankan pentingnya kepedulian terhadap karyawan, penghormatan, keselamatan pasien, dan etika. Tania Sabroe, Executive Vice President People, Organisation & Corporate Affairs Novo, menyatakan bahwa perubahan budaya dan identitas merek tersebut saling berkaitan.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait