Fakta Politik

Nusron Wahid Absen Dua Hari dari Rapat DPR Pasca OTT KPK di Kementerian ATR/BPN

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, tidak hadir dalam rapat DPR selama dua hari berturut-turut setelah operasi tangkap tangan KPK di kementeriannya. Ia diwakili ole...

A
Agustinus Jaya Wiratama
16 September 2026
34 pembaca
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid absen dalam dua rapat DPR, diwakili Wakil Menteri. Absennya bersamaan dengan OTT KPK terkait dugaan suap di kementerian. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid absen dalam dua rapat DPR, diwakili Wakil Menteri. Absennya bersamaan dengan OTT KPK terkait dugaan suap di kementerian. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, absen dalam rapat bersama Komisi II DPR RI yang berlangsung di kompleks parlemen Jakarta selama dua hari berturut-turut. Pada hari Selasa, 15 September, Nusron tidak hadir dalam rapat yang membahas pengelolaan aset pemerintah daerah dan BUMD, di mana ia diwakili oleh Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan.

Rapat yang Dihadiri Pejabat Tinggi

Dalam rapat tersebut, sejumlah gubernur dan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, turut hadir. Kemudian, pada Rabu, 16 September, saat rapat membahas penetapan dan penyesuaian RKA K/L Tahun 2027 hasil pembahasan Badan Anggaran DPR RI, Nusron kembali tidak hadir dan diwakili oleh Ossy.

Penjelasan dari Wakil Menteri

Setelah rapat, Ossy menjelaskan bahwa kehadirannya merupakan penugasan dari Nusron, yang memiliki agenda lain. Namun, ia tidak memberikan rincian mengenai agenda tersebut. "Tentunya terkait agenda dan jadwal Bapak Menteri, ya, mungkin sudah menyesuaikan dengan agenda dan jadwal beliau yang sudah terjadwalkan," ujar Ossy.

Ossy juga menambahkan bahwa ia tidak mengetahui keberadaan Nusron, apakah di Jakarta atau di lokasi lain. "Saya harus cek dengan sekretariat Menteri kalau seperti itu. Saya kan juga tidak," katanya. Ia menegaskan bahwa Nusron tidak dalam kondisi sakit dan mengaku terus berkomunikasi dengan Menteri. "Setiap hari kami terus berkomunikasi karena kan kementeriannya masih dipimpin oleh beliau," tambahnya.

Absennya Nusron selama dua hari ini bertepatan dengan langkah KPK yang melakukan operasi tangkap tangan terkait dugaan suap dan penerimaan lainnya di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Dari delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka, empat di antaranya diduga merupakan orang kepercayaan Nusron, yaitu Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry, yang semuanya telah ditahan oleh KPK. KPK juga sedang menyelidiki keterlibatan Nusron dalam kasus tersebut.

Artikel Terkait