Fakta Politik

PDIP Tidak Terpengaruh Jarak Jauh dengan Gerindra dalam Survei Elektabilitas

Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, menanggapi hasil survei Poltracking yang menunjukkan partainya tertinggal jauh dari Gerindra. Ia menganggap hasil tersebut sebagai hal yang wajar dan menekankan pentingn...

W
Wira Yudha
25 September 2026
37 pembaca
Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, menanggapi rendahnya elektabilitas partainya dalam survei Poltracking, menganggapnya sebagai dinamika biasa. (CNN Indonesia/Farid)
Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, menanggapi rendahnya elektabilitas partainya dalam survei Poltracking, menganggapnya sebagai dinamika biasa. (CNN Indonesia/Farid)

Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, tidak merasa khawatir setelah partainya menunjukkan elektabilitas yang jauh tertinggal dibandingkan Gerindra dalam survei yang dirilis oleh Poltracking pada Rabu (23/9). Said mengungkapkan bahwa ia tidak terkejut dan menganggap hasil survei tersebut sebagai bagian dari dinamika yang biasa terjadi. Menurutnya, yang terpenting bagi PDIP adalah tetap hadir di tengah masyarakat.

“Ya biasalah yang kayak gitu. Enggak usah kaget kita,” ungkap Said saat berada di kompleks parlemen pada Kamis (24/9). Ia menambahkan bahwa PDIP harus terus berjuang dan tidak boleh lengah, serta optimis bahwa mereka akan meraih kemenangan. “Yang terpenting bagi PDIP Perjuangan terus jangan apa ya jangan lengah kita berjuang dan Insyaallah kita akan menang,” imbuhnya.

Perubahan Elektabilitas yang Dinamis

Said Abdullah juga menyatakan bahwa ia terus memantau hasil survei yang mengalami perubahan dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, PDIP juga tercatat tertinggal dari Gerindra dengan selisih sekitar 5 persen. “Dua minggu yang lalu surveinya selisihnya ada 2, 21 [persen] Gerindra, 17 [persen], hampir, 16,7 [persen] PDIP. Tiba-tiba tiga minggu kemudian PDIP Perjuangan tinggal 11 [persen], Gerindra naik. Entar minggu depan Gerindra 27 [persen], PDIP 8 [persen], empat bulan lagi terus-menerus dimainkan surveinya,” jelasnya.

Dalam survei Poltracking, Gerindra berada di posisi teratas dengan elektabilitas sekitar 23,2 persen, jauh mengungguli PDIP yang berada di peringkat kedua dengan perolehan 11,6 persen. Survei tersebut dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan melibatkan 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia, selama periode 14-20 September. Di posisi ketiga terdapat Golkar dengan 10,4 persen, diikuti oleh PKB sebesar 6,2 persen, Partai Demokrat di angka 6,1 persen, dan NasDem sebesar 4,4 persen. Sementara itu, PAN memperoleh 3,4 persen, PKS 3,3 persen, PSI 2,3 persen, dan PPP 1,9 persen.

Respons Gerindra terhadap Hasil Survei

Sementara itu, Juru Bicara DPP Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyatakan bahwa mereka tidak ingin berlebihan setelah berhasil unggul jauh dari PDIP dalam survei Poltracking. Sugiat menekankan pentingnya menghormati semua partai sebagai bagian dari demokrasi. Ia juga menyadari bahwa elektabilitas dapat berubah seiring dengan dinamika dan persepsi masyarakat. “Kami menyadari bahwa tingkat elektabilitas dapat berubah seiring dengan dinamika dan persepsi masyarakat. Karena itu, yang paling penting bagi Gerindra adalah terus menjaga kepercayaan tersebut,” kata Sugiat saat dihubungi pada Rabu (23/9).

Artikel Terkait