Fakta Ekonomi

Peningkatan Belanja Peserta BTN Jakim 2026 Dorong Ekonomi Hingga Rp225 Miliar

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melaporkan adanya kenaikan aktivitas belanja peserta BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026, yang berdampak positif pada perekonomian.

W
Wira Yudha
13 June 2026
15 pembaca
Peningkatan Belanja Peserta BTN Jakim 2026 Dorong Ekonomi Hingga Rp225 Miliar
Foto: Dian Fath Risalah/Republika

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengungkapkan bahwa aktivitas belanja peserta BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kondisi ini dianggap sebagai sinyal positif bagi perputaran ekonomi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi oleh dunia usaha.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan bahwa peningkatan aktivitas belanja terlihat sejak pelaksanaan BTN Sport Expo yang merupakan bagian dari rangkaian Jakim 2026. Menurutnya, tingginya minat masyarakat tercermin dari penjualan berbagai produk resmi yang disediakan selama acara berlangsung. Salah satu indikatornya adalah penjualan jaket resmi BTN Jakim 2026 yang terjual habis. Sebanyak 10 ribu unit jaket yang disediakan oleh penyelenggara ludes terjual, sehingga pemesanan tambahan harus dibuka untuk memenuhi permintaan peserta. "Kalau melihat belanja kemarin, jaket yang disediakan oleh Nike sebanyak 10 ribu unit habis terjual sampai harus membuka pre-order. Jadi kita menciptakan permintaan," ujarnya setelah pelaksanaan BTN Jakim 2026 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu (13/6/2026).

Partisipasi Masyarakat dan Dampak Ekonomi

Nixon berpendapat bahwa berbagai kegiatan yang mampu menarik partisipasi masyarakat dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong aktivitas ekonomi. Ia menekankan bahwa dunia usaha perlu terus mencari peluang untuk menciptakan permintaan di tengah perlambatan ekonomi. "Kelesuan harus kita lawan. Dunia usaha harus bergerak bersama menciptakan permintaan agar ekonomi tetap berjalan," katanya.

Penilaian serupa juga disampaikan oleh Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN), Alex Sofyan Noor. Ia mengamati bahwa antusiasme masyarakat terhadap BTN Jakim tahun ini lebih tinggi dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, termasuk dalam hal aktivitas konsumsi peserta. "Tahun ini saya melihat minat belanja jauh lebih besar dibanding tahun lalu," ujar Alex.

Jumlah Peserta dan Target Ekonomi

Tingginya aktivitas ekonomi ini sejalan dengan meningkatnya jumlah peserta BTN Jakim 2026, yang diikuti oleh sekitar 45.500 pelari, termasuk 1.012 peserta mancanegara dari 52 negara. Pada hari pertama acara, sebanyak 20.500 pelari berhasil menyelesaikan kategori 5 kilometer dan 10 kilometer. Kehadiran puluhan ribu peserta dan pendamping diyakini turut mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor selama acara berlangsung. BTN menargetkan penyelenggaraan Jakim 2026 dapat menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp225 miliar, meningkat dibandingkan estimasi dampak ekonomi pada penyelenggaraan tahun lalu yang mencapai sekitar Rp155 miliar.

Untuk mengukur dampak ekonomi tersebut, BTN bekerja sama dengan lembaga survei independen guna melakukan penghitungan yang lebih komprehensif. Nixon menambahkan bahwa tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa ajang olahraga tidak hanya berperan dalam mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga mampu menggerakkan sektor ekonomi yang lebih luas. "Yang penting kita harus creating demand. Event seperti ini menjadi salah satu cara untuk menggerakkan aktivitas ekonomi dan memberikan manfaat bagi banyak sektor," ujarnya.

Sebelumnya, Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, menyatakan bahwa BTN Jakim bukan hanya sekadar ajang olahraga internasional, tetapi juga bagian dari upaya untuk mendorong sport tourism serta memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global. Ia menjelaskan bahwa kehadiran peserta dari berbagai daerah dan negara berkontribusi pada penggerakan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan perdagangan selama acara berlangsung.

Artikel Terkait