Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menggarisbawahi pentingnya penguatan organisasi dalam upaya perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam acara yang bertajuk “Strategi Nasional untuk Perlindungan Perempuan dan Anak” yang digelar di Jakarta pada Selasa (17/10/2023).
Dalam acara tersebut, Arifah Fauzi menjelaskan bahwa organisasi-organisasi yang peduli terhadap isu-isu perempuan dan anak memainkan peran krusial dalam memastikan hak-hak mereka terpenuhi. "Melalui penguatan organisasi, kita dapat menciptakan jaringan yang lebih baik untuk mendukung perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan dan diskriminasi," ungkap Arifah Fauzi. Ia menambahkan, perlunya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta guna menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi perkembangan perempuan dan anak.
Lebih lanjut, Menteri Arifah menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi dalam perlindungan perempuan dan anak sangatlah kompleks. Berbagai faktor, seperti kemiskinan, ketidakadilan sosial, serta kurangnya akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, berkontribusi terhadap isu tersebut. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya program-program intervensi yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk menjawab permasalahan ini. "Kita harus bersatu untuk memastikan bahwa setiap perempuan dan anak memiliki hak yang sama untuk hidup aman dan berdaya," tegasnya.
Di sisi lain, perwakilan dari salah satu organisasi non-pemerintah, Siti Rahmawati, menyatakan bahwa dukungan dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk memperkuat kapasitas organisasi di lapangan. "Kami berharap pemerintah dapat memberikan lebih banyak pelatihan dan sumber daya yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan kami dalam memberikan bantuan kepada korban," kata Siti. Ia juga menyoroti pentingnya sosialisasi mengenai hak-hak perempuan dan anak di masyarakat untuk mencegah terjadinya kekerasan.
Selain itu, Arifah Fauzi juga menyampaikan perlunya evaluasi secara berkala terhadap program-program yang telah dijalankan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif langkah-langkah yang diambil dalam mewujudkan perlindungan dan pemberdayaan. "Kami akan terus memantau dan mengevaluasi semua program untuk memastikan mereka memberikan dampak positif yang signifikan," tutup Arifah.
Acara ini diakhiri dengan harapan bahwa seluruh pihak dapat bersinergi dalam upaya mewujudkan perlindungan yang lebih baik bagi perempuan dan anak di Indonesia. Dengan penguatan organisasi dan kerjasama lintas sektor, diharapkan hak-hak dasar mereka dapat terjaga dan diberdayakan secara optimal di masa depan.