Fakta Ekonomi

Perkiraan Harga Emas Pekan Depan: Antara Rp 2,57 Juta hingga Rp 2,8 Juta per Gram

Harga emas diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp 2,57 juta hingga Rp 2,8 juta per gram pada pekan depan, sementara harga minyak dunia juga diprediksi mengalami fluktuasi.

A
Agustinus Jaya Wiratama
12 July 2026
59 pembaca
Foto: Edwin Putranto/Republika
Foto: Edwin Putranto/Republika

Harga emas, yang merupakan logam mulia, masih menunjukkan volatilitas di bawah angka Rp 3 juta per gram selama lebih dari tiga bulan terakhir. Untuk pekan mendatang, harga komoditas yang dianggap aman ini diprediksi akan berada dalam rentang Rp 2,57 juta hingga Rp 2,8 juta per gram. Di sisi lain, harga minyak dunia diperkirakan akan berada di kisaran 62,30 hingga 82,20 dolar AS per barel, seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik.

Pada akhir pekan ini, harga emas dunia tercatat ditutup pada level 4.119 dolar AS per troy ons, sedangkan harga logam mulia di dalam negeri berada pada angka Rp 2,65 juta per gram. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa jika terjadi koreksi pada harga emas, level support pertama diperkirakan akan berada di 4.023 dolar AS per troy ons, dan harga logam mulia di Rp 2,64 juta per gram. Jika koreksi berlanjut, level support kedua akan berada di 3.906 dolar AS per troy ons, dengan harga logam mulia di Rp 2,57 juta per gram.

Proyeksi Kenaikan Harga Emas

Apabila harga emas mengalami kenaikan, level resisten pertama diperkirakan akan mencapai 4.214 dolar AS per troy ons, sedangkan harga logam mulia diperkirakan mencapai Rp 2,68 juta per gram. Jika penguatan berlanjut, harga emas dunia bisa mencapai 4.348 dolar AS per troy ons, dan harga logam mulia di level Rp 2,8 juta per gram.

Ibrahim menjelaskan, "Jadi, dalam sepekan, emas dunia kemungkinan ditransaksikan di support-nya 3.906 dolar AS per troy ons, dan resisten tertingginya di 4.348 dolar AS per troy ons. Untuk logam mulianya sendiri, kemungkinan ditransaksikan di support Rp 2,57 juta per gram, kemudian resistennya di Rp 2,8 juta per gram."

Fluktuasi Harga Minyak dan Dolar AS

Seiring dengan prediksi pergerakan harga emas, harga minyak dunia, khususnya untuk WTI crude oil, dalam sepekan ke depan diperkirakan akan diperdagangkan di kisaran 62,30 hingga 82,20 dolar AS per barel. Ibrahim juga menambahkan, "Ada kemungkinan besar (harga minyak) turun, tetapi akan menguat tajam."

Indeks dolar AS diprediksi akan mengalami penguatan dalam sepekan ke depan, dengan perkiraan berada di kisaran 99,90 hingga 102,30. Untuk nilai tukar rupiah, Ibrahim memproyeksikan bahwa Mata Uang Garuda akan bergerak di kisaran Rp 17.870 hingga Rp 18.300 per dolar AS pada pekan mendatang. Dia juga menyebutkan bahwa pelemahan rupiah dapat mempengaruhi penguatan harga emas atau logam mulia.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Komoditas

Ibrahim mengidentifikasi empat faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga komoditas seperti emas, minyak mentah, indeks dolar AS, dan rupiah. "Ada beberapa faktor yang memengaruhi fluktuasi, yang pertama adalah faktor geopolitik, kedua faktor perpolitikan di AS, ketiga adalah kebijakan Bank Sentral AS, kemudian yang terakhir adalah supply and demand," ujarnya.

Mengenai isu geopolitik, terutama konflik di Timur Tengah antara AS dan Iran, Ibrahim menjelaskan bahwa AS telah melakukan serangan terhadap target-target di Iran saat libur nasional pemakaman pemimpin Iran, Ayatullah Khomeini, yang direspons dengan serangan balik oleh Iran. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah mengumumkan penutupan Selat Hormuz tanpa batas waktu yang ditentukan.

“Secara resmi di hari Minggu ini Selat Hormuz di Timur Tengah ditutup total. Sehingga ini akan berpengaruh terhadap transportasi minyak pada hari Senin,” ungkapnya. Selain itu, konflik yang terus berlangsung di Eropa Timur antara Rusia dan Ukraina juga berkontribusi pada dinamika harga, di mana Ukraina terus menyerang instalasi minyak di Rusia, yang berpotensi menurunkan produksi minyak di negara tersebut.

Artikel Terkait