Fakta Ekonomi

Persiapan Menjelang MotoGP 2026: InJourney dan Pemda NTB Siapkan Pengalaman Wisata Berkualitas

InJourney bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya melakukan pengecekan kesiapan Pertamina Mandalika International Circuit menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Berbagai...

F
Fidzu Ardaf
18 September 2026
33 pembaca
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, dalam kunjungannya ke Mandalika International Circuit, The Mandalika, Kamis (17/9/2026). (Dok: InJourney)
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, dalam kunjungannya ke Mandalika International Circuit, The Mandalika, Kamis (17/9/2026). (Dok: InJourney)

Dalam rangka mempersiapkan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, InJourney berkolaborasi dengan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, melakukan inspeksi langsung terhadap kesiapan Pertamina Mandalika International Circuit di The Mandalika pada Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Forum Diskusi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang bertujuan untuk mengkoordinasikan dan mengonsolidasikan komitmen semua pihak dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan acara.

Sebelumnya, telah diadakan Forum Diskusi untuk memastikan bahwa semua sektor siap secara terintegrasi menjelang minggu balapan, yang mencakup aspek sirkuit dan operasi balapan, transportasi dan konektivitas, keamanan, kesehatan, akomodasi, pariwisata, serta keterlibatan masyarakat. Dalam forum ini, setiap pemangku kepentingan dapat menyelaraskan progres, kebutuhan, dan langkah tindak lanjut sesuai dengan peran masing-masing.

Inspeksi Lintasan dan Progres Persiapan

Selama inspeksi lintasan, peserta Forum Diskusi dapat melihat langsung berbagai pekerjaan yang sedang dilakukan pada lintasan dan fasilitas pendukung balap yang sedang diselesaikan untuk homologasi dan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Homologasi FIM Grade A dijadwalkan berlangsung pada 8 Oktober 2026.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan kesiapan penyelenggaraan serta memperluas manfaat dari Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bagi masyarakat. “Target kita bukan hanya memastikan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 berjalan aman dan lancar, tetapi bagaimana penyelenggaraan tahun ini bisa lebih baik dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat NTB. Karena itu, seluruh unsur harus bergerak bersama, mulai dari kesiapan infrastruktur, transportasi, keamanan dan pariwisata, hingga semakin besarnya keterlibatan masyarakat, volunteer lokal, UMKM dan talenta daerah,” ujar Iqbal.

Komitmen untuk Meningkatkan Pariwisata

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyatakan bahwa “Pertamina Grand Prix of Indonesia bukan sekedar event olahraga internasional, tetapi merupakan katalis bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia. Ketika kita kehilangan event berskala global, kita berisiko kehilangan momentum pertumbuhan pariwisata, peningkatan ekonomi daerah dan devisa, sekaligus nation branding Indonesia. Untuk itu, kami memastikan keberlanjutan dan kualitas penyelenggaraan event ini menjadi kepentingan bersama,” jelas Maya.

Maya juga menjelaskan bahwa berbagai perbaikan terus dilakukan untuk pengembangan pariwisata di The Mandalika, namun hal tersebut tidak dapat dilakukan sendiri. “Dibutuhkan concerted efforts dan semangat gotong royong dari seluruh stakeholder baik di daerah dan pusat, kementerian/lembaga, hingga pelaku industri,” tambah Maya. Dalam forum diskusi yang berlangsung, berbagai isu dibahas dan solusi dicari bersama, termasuk upaya membuka akses konektivitas serta kesiapan akomodasi dan penyerapan tenaga kerja.

“Dalam diskusi hari ini, berbagai isu kami uraikan dan carikan solusi bersama termasuk konektivitas. Pada periode pekan ajang balap Grand Prix of Indonesia 2026 ini kami mencatat adanya tambahan 66 penerbangan dari dan ke NTB dan hampir semuanya merupakan pesawat berbadan besar atau wide body,” tambahnya.

Pertamina Grand Prix of Indonesia juga berfungsi sebagai platform untuk memperkenalkan talenta Indonesia di kancah internasional. Tahun ini, dua anak bangsa akan berkompetisi dalam ajang ini, menunjukkan bahwa ekosistem event internasional dapat melahirkan bibit unggul Indonesia. “Kami terus berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal, seperti marshal dari NTB yang telah mendapat kesempatan berkiprah di Malaysia, Jepang, hingga Australia. Inilah legacy yang ingin terus kita bangun untuk mewujudkan Mandalika Mendunia, pariwisata yang terus tumbuh, dan semakin banyak generasi-generasi muda Indonesia yang juga berkarya dan berkiprah,” ujar Maya.

Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyatakan bahwa fase menjelang penyelenggaraan adalah periode penting untuk memastikan semua workstream berjalan seiring dan setiap kebutuhan dapat diselesaikan sesuai target. “Kita sudah memasuki fase eksekusi. Kita tidak hanya melihat kesiapan melalui laporan, tetapi juga memastikan langsung kondisi di lapangan. Setiap workstream harus bergerak dalam satu timeline, setiap kebutuhan yang masih perlu diselesaikan harus segera dituntaskan, dan setiap isu harus memiliki PIC serta target penyelesaian yang jelas. Standar kita bukan sekadar event terlaksana, tetapi event yang aman, lancar, berkualitas, dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pihak,” ujar Troy.

Kesiapan Sirkuit Menuju Homologasi

Dari sisi sirkuit, progres kesiapan terus berjalan menuju homologasi FIM Grade A. Pekerjaan sipil telah mencapai 90%, backbone 80%, pengecatan lintasan 60%, dan elektronik balapan 60%. Sementara itu, beberapa pekerjaan seperti kelistrikan, perlindungan kebakaran, penyimpanan sirkuit, dan garasi umum telah mencapai 100%.

suara.com Sumber: suara.com

Artikel Terkait