Fakta Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Siap Luncurkan B50, Impor Solar Diperkirakan Menurun 18 Juta Kiloliter

PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan kesiapan untuk menyalurkan Biodiesel B50 sejalan dengan pelaksanaan Program Mandatori B50, yang diharapkan dapat mengurangi impor solar secara signifikan hingga ta...

S
Stevani Nila Wardana
12 July 2026
59 pembaca
Foto: Republika/Prayogi
Foto: Republika/Prayogi

PT Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa mereka siap untuk menyalurkan Biodiesel B50, seiring dengan dimulainya Program Mandatori B50 yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini diperkirakan dapat mengurangi impor solar hingga sekitar 18 juta kiloliter pada tahun 2026, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Sebagai Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Pertamina Patra Niaga telah mempersiapkan infrastruktur, sistem distribusi, dan rantai pasok untuk memastikan penyaluran B50 dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku tanpa mengganggu keandalan pasokan energi bagi masyarakat.

Komitmen Terhadap Ketahanan Energi

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa Program Mandatori B50 merupakan langkah penting dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui peningkatan pemanfaatan sumber daya energi domestik. Kebijakan ini juga sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan sumber daya dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM), serta mendukung transisi energi nasional.

Simon menambahkan, "Program Mandatori B50 akan memberikan dampak positif terhadap ketahanan energi nasional melalui pengurangan impor solar yang diproyeksikan mencapai sekitar 18 juta kiloliter pada tahun 2026 atau setara dengan sekitar 310 ribu barel per hari. Pertamina berkomitmen mendukung keberhasilan program strategis ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian energi Indonesia," dalam keterangan tertulisnya.

Persiapan dan Kualitas Penyaluran

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa Pertamina memiliki pengalaman yang panjang dalam mendukung kebijakan mandatori biodiesel pemerintah, mulai dari B20, B30, B35, B40, hingga saat ini B50. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk memastikan transisi menuju B50 berlangsung dengan baik.

Baron menjelaskan bahwa Pertamina bersama Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan seluruh aspek operasional, termasuk infrastruktur, distribusi, dan koordinasi dengan pemerintah serta pemangku kepentingan. "Kami juga memastikan kualitas Biosolar B50 yang disalurkan memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan Pemerintah sehingga masyarakat dapat memperoleh produk dengan mutu yang tetap terjaga," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Pertamina Group bersama pemerintah dan pemangku kepentingan telah melakukan serangkaian pengujian untuk memastikan kesiapan fasilitas, kualitas produk, serta kelancaran penyaluran B50 di berbagai wilayah Indonesia. Sesuai dengan ketentuan pemerintah, Program Mandatori B50 akan memasuki masa transisi hingga 30 September 2026. Selama periode tersebut, Pertamina Patra Niaga akan melakukan penyesuaian penyaluran secara bertahap sebagai bagian dari proses peralihan dari B40 menuju B50, sambil tetap menjaga keandalan pasokan energi nasional.

Baron menambahkan bahwa dukungan terhadap implementasi B50 merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 sekaligus mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya ini juga sejalan dengan transformasi perusahaan yang mengedepankan tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis.

Artikel Terkait