Fakta Politik

--- Pertemuan Strategis di Istana, Prabowo Ajak 800 Perwira Tinggi TNI-Polri ---

--- Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sekitar 800 perwira tinggi TNI dan Polri di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (7/10). Dalam acara ini, Prabowo dijadwalkan memberikan taklimat p...

D
Dila Rakasiwi
07 October 2026
31 pembaca
Ilustrasi. Prabowo kumpulkan perwira tinggi TNI-Polri. ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Ilustrasi. Prabowo kumpulkan perwira tinggi TNI-Polri. ANTARA FOTO/Galih Pradipta
---TITLEEXCERPT--- Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sekitar 800 perwira tinggi TNI dan Polri di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (7/10). Dalam acara ini, Prabowo dijadwalkan memberikan taklimat penting. ---CONTENT---

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan sekitar 800 perwira tinggi (Pati) dari TNI dan Polri di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 7 Oktober. Acara ini direncanakan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB, di mana Prabowo akan memberikan taklimat kepada para peserta.

Beberapa pejabat tinggi yang telah hadir di lokasi termasuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohammad Tony Harjono, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali. Mereka memasuki Istana dengan berjalan berdampingan bersama Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Partisipasi Pejabat Negara

Selain para perwira tinggi, sejumlah pejabat negara lainnya juga turut hadir dalam pertemuan ini. Di antara mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Suharyanto.

Pesan dari Pertemuan

"Mendengar arahan presiden," ungkap Suharyanto, menandakan pentingnya pertemuan ini dalam konteks strategi dan arahan kepemimpinan. Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia.

Artikel Terkait