Polisi Jakarta Timur mengungkapkan modus operandi komplotan penipuan ganjal ATM yang telah menguras rekening sejumlah korban. Dalam aksi ini, pelaku menggunakan alat tertentu untuk mengganggu proses transaksi di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Menurut informasi dari pihak kepolisian, para pelaku biasanya memasang alat yang dapat menghalangi kartu ATM ketika nasabah melakukan penarikan. Setelah kartu terjebak, pelaku akan berpura-pura membantu dan meminta korban untuk memberikan PIN serta informasi pribadi lainnya. Dengan cara ini, mereka dapat mengakses rekening dan mengambil uang korban.
Beberapa korban melaporkan kehilangan uang dalam jumlah yang signifikan setelah terjebak dalam modus ini. Polisi mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada saat menggunakan ATM, terutama jika ada orang asing yang menawarkan bantuan.
Pihak kepolisian juga mengimbau agar nasabah tidak memberikan informasi pribadi, seperti PIN, kepada siapapun. Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk menangkap pelaku yang masih berkeliaran.
Dengan terungkapnya modus ini, diharapkan masyarakat lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya kepada orang lain saat menggunakan layanan ATM. Polisi berjanji akan terus memantau dan meningkatkan pengawasan di lokasi-lokasi rawan penipuan.