Fakta Politik

Prabowo Ajak 800 Jenderal Jaga Kepercayaan Masyarakat dan Tingkatkan Layanan

Sekretaris Kabinet Letkol TNI Teddy Indra Wijaya mengungkapkan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada 800 perwira tinggi TNI-Polri untuk memperbaiki layanan kepada masyarakat dan menjaga kepercayaan r...

P
Padma Dewi
08 October 2026
34 pembaca
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 800 perwira tinggi TNI-Polri dari seluruh Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026). (Dok. BPMI Setpres)
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 800 perwira tinggi TNI-Polri dari seluruh Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026). (Dok. BPMI Setpres)

Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Kabinet Letkol TNI Teddy Indra Wijaya menyampaikan isi taklimat Presiden RI Prabowo Subianto kepada 800 perwira tinggi TNI dan Polri yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 7 Oktober. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo mengingatkan pentingnya memperbaiki layanan kepada masyarakat dan menjaga kepercayaan publik sebagai dasar pelaksanaan tugas aparat.

Pentingnya Kepercayaan Rakyat

Teddy mengungkapkan bahwa Prabowo menekankan kepada TNI dan Polri untuk "jaga kepercayaan rakyat, TNI adalah tentara rakyat dan Polri adalah polisi masyarakat. Perbaiki layanan kepada warga dan selalu menjadi yang tercepat dalam membantu warga di setiap situasi," ujarnya dalam keterangan persnya.

Integritas dan Kesejahteraan Rakyat

Lebih lanjut, Teddy menambahkan bahwa Prabowo juga mengingatkan agar seluruh aparat menjaga integritas dan menghindari ego sektoral. Ia menegaskan bahwa prajurit TNI-Polri harus selalu mengedepankan kesejahteraan masyarakat. Prabowo menekankan pentingnya kekompakan, integritas, serta kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas.

"Terus menjadi contoh dalam setiap tugas, dari perwira di atas sampai prajurit di bawah," kata Teddy. Ia juga mengingatkan bahwa pangkat dan kehormatan yang diberikan oleh negara harus diimbangi dengan tanggung jawab yang besar.

Teddy menegaskan bahwa seluruh prajurit TNI-Polri harus siap melaksanakan tugas dan menempatkan kepentingan bangsa serta negara di atas kepentingan pribadi. "Para perwira TNI-Polri harus siap menjalankan tugas, memiliki keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan lainnya," ujarnya.

Setelah acara tersebut, Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurahman menyampaikan bahwa Prabowo menginstruksikan agar proses rekrutmen prajurit TNI-Polri ke depan lebih mengutamakan aspek intelektual, bukan hanya fisik. Dudung menegaskan bahwa tidak ada masalah bagi mereka yang mengenakan kacamata tetapi memiliki intelektualitas yang tinggi. "Kemudian harus menyiapkan juga secara profesional baik sistem rekrutmen ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik tetapi adalah intelektual," kata Dudung.

Artikel Terkait