Fakta Politik

Prabowo Cerita Alasan Memilih Berpidato Tanpa Teks Resmi

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kebiasaannya untuk berpidato tanpa teks meskipun stafnya selalu mengingatkan untuk mengikuti naskah yang telah disiapkan. Hal ini ia sampaikan saat berpidato di...

D
Dila Rakasiwi
11 September 2026
11 pembaca
Presiden Prabowo Subianto menghadiri perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat. (Dok. Partai Demokrat)
Presiden Prabowo Subianto menghadiri perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat. (Dok. Partai Demokrat)

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengakui bahwa ia sering diingatkan oleh stafnya untuk berpidato sesuai dengan teks yang telah disusun. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato pada puncak peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat yang berlangsung di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, pada malam hari Rabu, 9 September.

Prabowo menjelaskan alasan di balik pengingat dari stafnya untuk tetap pada teks. Namun, ia juga menambahkan bahwa terkadang ia memilih untuk berbicara di luar teks karena merasa telah memahami inti dari naskah yang disiapkan. "Saudara-saudara sekalian, memang saya selalu diingatkan oleh staf saya, 'Pak, pakai teks, Pak. Jangan sampai keluar dari teks'," ungkapnya.

Teks Pidato yang Menarik

Menurut Prabowo, teks yang disiapkan oleh stafnya sangat baik dan dilengkapi dengan data serta infografis yang menarik. Ia bahkan menunjukkan naskah pidatonya kepada hadirin sambil mengatakan, "Paparannya baik sekali, grafiknya banyak sekali," sambil memperlihatkan lembaran-lembaran teks tersebut.

Meski begitu, Prabowo mengaku lebih nyaman merangkum esensi dari pidatonya dan berharap agar tidak terjadi kesalahan dalam penyampaian. "Mudah-mudahan saya tidak salah bicara. Tapi sebetulnya kalau manusia bikin kesalahan, ya kita minta maaf saja," tambahnya.

Pengalaman Sebelumnya

Ini bukan kali pertama Prabowo menyampaikan pidato dengan menyentuh nasihat dari stafnya untuk menggunakan teks. Pada kesempatan sebelumnya, saat menghadiri peringatan hari lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center, ia bercanda di depan kader PKB yang mengenakan kaus bertuliskan "Prabowonomics". Ia juga mengulangi peringatan dari para penasihatnya yang menyarankan agar tidak berbicara tanpa teks.

Prabowo menambahkan, "Banyak penasihat saya, 'Pak, Bapak enggak boleh, Pak, bicara tanpa teks'. Paling aman baca saja Pak, enggak mungkin ada kata-kata yang keliru di situ," yang disambut tawa oleh hadirin. Ia juga berkelakar bahwa membaca teks secara utuh di podium bisa membuatnya dan audiens merasa mengantuk.

Di samping itu, Prabowo mengisyaratkan bahwa wartawan sering menunggu pernyataan spontan darinya yang tidak sesuai dengan naskah. "Enggak, hari ini saya sopan. Hari ini sopan," ujarnya sambil bercanda.

Sepanjang tahun ini, beberapa pernyataan spontan Prabowo yang keluar dari teks telah memicu kontroversi. Salah satunya adalah saat ia menyebut wartawan dan pengamat yang sering memberikan kritik sebagai 'Londo Ireng', istilah yang merujuk pada pihak-pihak dalam negeri yang dianggap sinis terhadap kemajuan bangsa.

Menanggapi pernyataan tersebut, Kepala Badan Komunikasi pemerintah M Qodari meminta publik untuk tidak terjebak pada istilah tersebut, melainkan fokus pada substansi dukungan presiden kepada rakyat. Selain itu, saat menanggapi aksi demonstrasi pada Juni 2026, Prabowo juga menyatakan bahwa ia mengetahui pihak-pihak yang membiayai aksi tersebut, yang memicu reaksi dari partai koalisi pemerintah yang membela pernyataannya sebagai bentuk keprihatinan terhadap politik uang.

Artikel Terkait