Fakta Politik

Prabowo Sebut Tahun Kedua Kepemimpinan Sebagai Kesempatan Tepat untuk Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Subianto menilai tahun kedua kepemimpinannya adalah waktu yang tepat untuk melakukan reshuffle di Kabinet Merah Putih, dengan alasan sudah ada cukup waktu bagi para pembantunya untuk...

P
Padma Dewi
18 September 2026
36 pembaca
Presiden Prabowo Subianto mengatakan tahun kedua kepemimpinannya ini menjadi momentum yang pas jika hendak melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih. (Youtube/Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto mengatakan tahun kedua kepemimpinannya ini menjadi momentum yang pas jika hendak melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih. (Youtube/Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa tahun kedua masa kepemimpinannya merupakan momentum yang ideal untuk melaksanakan reshuffle kabinet. Ia berpendapat bahwa dua tahun sudah cukup bagi para menterinya untuk membuktikan kemampuan mereka dalam menjalankan tugas.

Dalam program "Presiden Prabowo Menjawab" yang disiarkan pada Jumat, 18 September, Prabowo menjelaskan bahwa setiap anggota kabinet telah memiliki waktu yang cukup untuk menunjukkan kinerja mereka. "Saya kira itu sesuatu yang logis ya, ya kan, dua tahun. Jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya, dan sebagainya," ujarnya.

Evaluasi Kinerja dan Target Swasembada Pangan

Prabowo menegaskan bahwa ia terus menerus melakukan evaluasi terhadap kinerja jajarannya. Ia mengungkapkan bahwa timnya telah menunjukkan hasil kerja yang sangat baik, salah satunya dalam pencapaian target swasembada pangan. Menurutnya, Kementerian Pertanian berhasil mencapai target tersebut dalam waktu satu tahun, meskipun awalnya ditargetkan dalam empat tahun.

Alasan Reshuffle dan Penempatan yang Tepat

Prabowo juga menambahkan bahwa jika terjadi reshuffle, alasan di baliknya bisa sangat bervariasi. "Jadi kalaupun nanti ada reshuffle, saya kira antara lain untuk promosi orang, tentunya kita organisasi ini kita selalu harus cari benar-benar the right man in the right place, kompetensi, dan kalau ada yang mungkin dia enggak cocok di tempat itu ya kita harus, tadi kita harus mampu untuk mengganti orang yang benar," jelasnya.

Sejak menjabat pada Oktober 2024, Prabowo telah melakukan beberapa kali reshuffle kabinet. Yang terbaru, ia mengganti posisi Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026, di mana Suahasil Nazara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Artikel Terkait