Fakta Politik

Prabowo Subianto Ungkap Cara 'Healing' di Tengah Kesibukan Melalui Berenang, Tidur, dan Membaca

Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa berenang menjadi salah satu cara favoritnya untuk 'healing' di tengah kesibukan sebagai Presiden RI. Selain itu, tidur dan membaca buku juga menjadi metode yang di...

A
Agustinus Jaya Wiratama
19 September 2026
34 pembaca
Presiden RI Prabowo Subianto. (Tangkapan Layar YouTube Setpres)
Presiden RI Prabowo Subianto. (Tangkapan Layar YouTube Setpres)

Prabowo Subianto menyatakan bahwa berenang adalah metode 'healing' yang paling disukainya di tengah kesibukan sebagai Presiden Republik Indonesia untuk periode 2024-2029. Dalam program yang bertajuk Presiden Prabowo Menjawab, ia menjelaskan, "Apa ya healing? berenang. Berenang bagi saya sangat penting. Itu meditasi di air," ungkapnya pada Jumat (18/9). Ia juga mengutip penelitian yang menunjukkan bahwa berenang dapat dianggap sebagai bentuk meditasi bagi manusia.

Prabowo menjelaskan bahwa aktivitas ini berkaitan dengan fase kehidupan manusia, di mana selama di dalam kandungan, janin dilindungi oleh cairan seperti air ketuban. "Kalau kita lelah kita stres, kita mandi, itu ya kan, apalagi kalau kita berenang, katanya, para ahli psikologi," tambahnya. Sebagai Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, ia menekankan pentingnya kegiatan ini untuk kesehatan mental.

Metode Lain untuk Merelaksasi Diri

Selain berenang, Prabowo juga menyebutkan bahwa tidur dan membaca buku merupakan cara lain yang digunakannya untuk merelaksasi diri. Ia berkomitmen untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk tidur, meskipun hanya dalam waktu singkat. "Dan saya ini baca dan tidur. Ada waktu tidur saya tidur, mau 10 menit, 15 menit, 20 menit. Saya bisa tidur di mobil, di helikopter, di pesawat," jelasnya.

Kecintaan pada Buku Sejarah

Pada kesempatan tersebut, Prabowo mengungkapkan ketertarikan mendalamnya terhadap buku-buku sejarah. Ia menyebut salah satu buku yang sangat disukainya adalah "Warrior of the Light" karya Paulo Coelho, seorang novelis asal Brasil. "Bukunya malah enggak terlalu tebal, tipis, buku itu ditulis orang Brazil, Paulo Coelho, Warrior of the Light," ujarnya.

Prabowo mengaku sangat terkesan dengan isi buku tersebut, yang menurutnya sangat relevan dengan kehidupannya. Ia merasakan seolah-olah Coelho berbicara langsung kepadanya saat membaca. Ia pertama kali mengenal buku ini ketika diberikan oleh salah satu kakaknya, Maryani Djojohadikusumo, pada awal tahun 2000-an. "Saya lagi bisa dikatakan saya di titik nadir, saya habis lengser 98/99, saya dituduh macam-macam, kudeta, ini semua, penculikan apa semua, saya titik nadir," kenangnya, merujuk pada masa sulit yang pernah dilaluinya.

Artikel Terkait