Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Barat Brigadir Jenderal Dr. Sulastiana menekankan pentingnya lima prinsip dasar dalam penegakan hukum yang efektif. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara seminar yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan penegak hukum di Manokwari, Papua Barat. Dengan mengusung tema “Membangun Hukum Berkeadilan di Papua Barat”, seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai peranan kepolisian dalam menciptakan keamanan.
Dalam paparannya, Brigjen Sulastiana menjelaskan bahwa kelima prinsip tersebut mencakup keadilan, transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, dan partisipasi masyarakat. “Prinsip ini menjadi landasan bagi kami untuk memastikan bahwa setiap tindakan penegakan hukum tidak hanya berjalan sesuai prosedur, tetapi juga memberikan rasa aman dan adil bagi masyarakat,” ujarnya. Pendekatan ini diharapkan dapat membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Lebih lanjut, Brigjen Sulastiana menjelaskan bahwa keadilan merupakan aspek yang tidak dapat dipisahkan dari penegakan hukum. “Setiap individu harus diperlakukan sama di mata hukum, tanpa memandang status sosial atau latar belakang. Hal ini penting untuk menghindari diskriminasi dan menjamin hak asasi manusia,” tegasnya. Ia juga menambahkan perlunya transparansi dalam setiap proses hukum, agar masyarakat dapat mengawasi dan memahami langkah-langkah yang diambil oleh pihak kepolisian.
Pentingnya akuntabilitas dalam penegakan hukum juga menjadi sorotan dalam diskusi ini. “Kami berkomitmen untuk mempertanggungjawabkan setiap tindakan yang diambil oleh anggota kami. Ini adalah langkah awal untuk mendukung profesionalisme dalam kepolisian,” tambahnya. Ia berharap dengan peningkatan profesionalisme, kualitas pelayanan kepolisian dapat meningkat, sehingga masyarakat merasa lebih terlayani.
Sebagai bagian dari upaya untuk melibatkan masyarakat, Wakapolda menyarankan agar masyarakat berperan aktif dalam proses pengawasan dan pelaporan pelanggaran hukum. “Partisipasi masyarakat sangat penting. Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu dalam melaporkan setiap tindakan yang mencurigakan. Kerjasama antara polisi dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan yang aman,” ungkapnya.
Acara seminar ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk perwakilan pemerintahan, organisasi non-pemerintah, dan tokoh masyarakat, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap topik yang dibahas. Dengan adanya inisiatif seperti ini, diharapkan akan tercipta kerjasama yang lebih baik antara polisi dan masyarakat dalam menegakkan hukum di Papua Barat.
Ke depan, pihak kepolisian berkomitmen untuk terus menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam setiap aspek pekerjaan mereka. “Kami percaya bahwa dengan memperjuangkan lima prinsip ini, kami dapat membangun kepercayaan publik serta menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi semua,” tutup Brigjen Sulastiana. Semoga langkah ini dapat meningkatkan keamanan dan keadilan di Papua Barat.