IHSG pada sesi perdagangan Selasa, 3 November 2026, diperkirakan akan bergerak dengan variasi yang cukup dinamis, menurut analisis dari Kiwoom Sekuritas. MNC Sekuritas juga mengingatkan tentang kemungkinan pelemahan IHSG dan merekomendasikan agar investor menerapkan strategi defensif dalam menghadapi volatilitas pasar yang tinggi. Kedua perusahaan sekuritas ini telah merilis daftar saham yang direkomendasikan untuk diakumulasi oleh investor pada hari tersebut.
Analisis lebih mendalam mengenai prospek pergerakan indeks hari ini disampaikan oleh Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia. Ia menjelaskan bahwa laju indeks mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan. Indikasi positif ini terlihat dari pergerakan indikator Relative Strength Index (RSI) yang mulai keluar dari area jenuh jual atau oversold. Kondisi ini umumnya memberikan peluang bagi pialang dan investor ritel untuk melakukan akumulasi di area bawah (bottom fishing). "IHSG (03/11) kami perkirakan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dalam rentang level support 4.965 dan resistance 5.200 dengan indikator RSI menunjukkan keluar dari area oversold," ujarnya.
Rekomendasi Saham untuk Investor
Menyikapi peluang teknikal yang ada, Audi merekomendasikan tiga emiten dari berbagai sektor yang dapat dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam portofolio hari ini. Pertama, emiten manufaktur perhiasan dan emas, PT Hartadinata Abadi Tbk (kode saham: HRTA), dengan strategi transaksi speculative buy. Level support untuk HRTA ditetapkan di 1.350, sementara target resistensi berada di 1.670.
Kedua, saham dari konglomerasi besar, PT Astra International Tbk (ASII), menjadi pilihan utama lainnya. Untuk investor yang tertarik pada saham yang berperan penting dalam perekonomian ini, strategi yang disarankan adalah buy on break, di mana investor disarankan untuk membeli setelah harga berhasil menembus dan bertahan di atas level 4.940. Level support ASII ditetapkan pada angka 4.700 dengan resistensi di 5.300.
Rekomendasi ketiga jatuh pada emiten tambang logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), yang juga dianjurkan dengan pendekatan speculative buy. Rentang support MDKA berada di level 1.790 dengan target resistensi di 2.320.
Strategi Defensif dalam Menghadapi Volatilitas
Di sisi lain, Herditya Wicaksana, Kepala Riset Ritel MNC Sekuritas, mengingatkan para investor untuk bersikap lebih defensif dalam menyusun strategi harian. Berdasarkan analisis dan pengamatan dari tim risetnya, ia menilai bahwa indeks saham domestik pada hari ini masih menghadapi risiko tinggi untuk kembali mengalami tekanan. "Kami perkirakan IHSG rawan berbalik arah dengan support 5073 dan resist 5125," katanya.
Dalam menghadapi risiko volatilitas yang tinggi, Herditya tetap memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dianggap memiliki daya tahan teknikal yang baik untuk diakumulasi. Ia menyarankan agar pelaku pasar mempertimbangkan saham perbankan blue chip, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), emiten produsen amonia dan energi, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), serta emiten ritel perlengkapan olahraga dan gaya hidup, PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA).
Herditya memproyeksikan bahwa saham BBRI akan bergerak fluktuatif dalam rentang harga 2.950 hingga 3.070. Untuk investor yang tertarik pada sektor energi, saham ESSA diprediksi akan berada di kisaran 550 hingga 585. Sementara itu, saham MAPA, yang sangat terkait dengan tren konsumsi masyarakat urban, diperkirakan akan bergerak dalam rentang 605 hingga 640.
Artikel ini disajikan semata-mata untuk memberikan informasi publik mengenai proyeksi pasar modal dan analisis teknikal bursa saham. Seluruh isi tulisan bersifat informatif dan objektif, dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk melakukan transaksi jual-beli saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca beserta risiko finansial yang menyertainya.