Kebutuhan untuk merenovasi rumah dapat muncul secara tiba-tiba, mulai dari perbaikan atap yang bocor hingga penggantian bagian bangunan yang rusak. Untuk mendapatkan dana tambahan, masyarakat bisa mempertimbangkan opsi pembiayaan, namun harus tetap memperhatikan kemampuan untuk membayar cicilan. Salah satu alternatif yang dapat dipilih adalah pinjaman online.
Ketika mencari pinjaman dengan bunga rendah, penting bagi masyarakat untuk memperhatikan legalitas penyedia layanan, besaran bunga, biaya tambahan, serta syarat pembayaran sebelum mengajukan pembiayaan. Selain mempertimbangkan biaya pinjaman, kelengkapan dokumen juga merupakan faktor yang sangat penting agar proses pengajuan dapat berjalan dengan lancar.
Persiapan Dokumen yang Diperlukan
Sebelum mengajukan pinjaman untuk renovasi rumah, terdapat lima hal yang perlu dipersiapkan oleh calon peminjam. Pertama, menyiapkan kartu tanda penduduk (KTP) dan memenuhi syarat usia. KTP berfungsi sebagai dokumen utama untuk memverifikasi identitas peminjam. Calon peminjam juga harus memastikan bahwa data identitas yang tertera sesuai dan foto pada dokumen dapat terbaca dengan jelas.
Sejumlah platform pembiayaan menerapkan verifikasi wajah untuk memastikan bahwa pengajuan dilakukan oleh pemilik identitas. Oleh karena itu, calon peminjam perlu menyiapkan foto diri bersama KTP jika diminta dalam proses verifikasi.
Kedua, calon peminjam harus mengisi data diri dan nomor kontak yang aktif. Informasi yang diperlukan umumnya mencakup nama, tanggal lahir, alamat, pekerjaan, dan nomor telepon. Nomor telepon ini penting untuk menerima kode verifikasi atau one-time password (OTP), serta pemberitahuan terkait pembayaran cicilan. Pengisian data harus dilakukan dengan teliti sesuai dengan informasi pada KTP, dan calon peminjam juga perlu memperhatikan izin akses aplikasi, hanya memberikan akses yang relevan dengan kebutuhan layanan.
Estimasi Biaya Renovasi dan Sumber Penghasilan
Ketiga, calon peminjam perlu menyiapkan rekening bank atas nama sendiri. Rekening ini akan digunakan sebagai tempat pencairan dana dan juga dapat menjadi dokumen pendukung untuk menunjukkan riwayat transaksi atau penghasilan. Pastikan rekening tersebut masih aktif dan nama pemiliknya sesuai dengan identitas yang digunakan saat pengajuan. Penggunaan rekening orang lain dapat menghambat proses verifikasi.
Keempat, penting untuk menghitung estimasi biaya renovasi. Sebelum menentukan jumlah pinjaman, calon peminjam sebaiknya melakukan perhitungan berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan perbaikan. Misalnya, untuk renovasi atap rumah, perhitungan dapat dilakukan berdasarkan luas area yang rusak, kebutuhan material, dan biaya tenaga kerja. Genteng keramik biasa membutuhkan sekitar 25 buah untuk setiap meter persegi, sementara biaya jasa pemasangan atap borongan berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp250 ribu per meter persegi. Calon peminjam dapat meminta penawaran tertulis dari tukang untuk mendapatkan gambaran biaya yang lebih akurat. Perhitungan juga harus mempertimbangkan kemungkinan biaya tambahan jika ditemukan kerusakan lain selama proses perbaikan.
Kelima, calon peminjam perlu mencantumkan sumber penghasilan. Bukti penghasilan dapat berupa slip gaji atau mutasi rekening. Informasi ini penting untuk menilai kemampuan calon peminjam dalam memenuhi kewajiban pembayaran. Sebagai contoh, jika penghasilan bulanan mencapai Rp6 juta, cicilan sebesar Rp1,8 juta setara dengan 30 persen dari penghasilan tersebut. Calon peminjam harus memperhitungkan besaran cicilan dan tenor agar kewajiban pembayaran tidak membebani keuangan rumah tangga.
Salah satu layanan pembiayaan yang tersedia adalah Tunaiku by Amar Bank, yang menawarkan pinjaman tanpa agunan (KTA) secara digital dengan plafon antara Rp2 juta hingga Rp30 juta. Tunaiku memberikan bunga mulai dari 0,1 persen per hari. Proses pengajuan dilakukan secara digital dengan tahapan verifikasi dan persetujuan yang diklaim dapat berlangsung sekitar tiga menit. Tunaiku juga menyediakan berbagai pilihan pembayaran cicilan. Masyarakat dapat menghubungi layanan pelanggan melalui WhatsApp, telepon, email, atau fitur Live Chat dalam aplikasi. Selain untuk renovasi rumah, fasilitas pembiayaan ini juga dapat digunakan untuk kebutuhan lain, seperti pembelian perangkat elektronik. Sebelum mengajukan pinjaman, masyarakat diharapkan untuk membaca seluruh ketentuan pembiayaan, menghitung total biaya yang harus dibayarkan, dan memastikan cicilan sesuai dengan kemampuan finansial.