Fakta Nasional

Pujian Trump kepada PM Irak Memicu Reaksi Ejekan

Presiden AS Donald Trump memberikan pujian kepada Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi yang dianggapnya 'muda dan tampan', namun pernyataan tersebut justru mengundang ejekan dari publik.

A
Amara Rukmana
16 July 2026
41 pembaca
Trump dan PM Irak (Foto: reuters)
Trump dan PM Irak (Foto: reuters)

Jakarta - Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, memberikan pujian kepada Perdana Menteri Irak, Ali al-Zaidi, dengan menyebutnya 'muda dan tampan'. Pujian ini, yang disampaikan saat pertemuan di Gedung Putih, berujung pada reaksi ejekan dari publik.

Pujian tersebut diungkapkan Trump pada Selasa, 14 Juli 2026, ketika ia bertemu dengan al-Zaidi. Dalam kesempatan itu, Trump menyatakan bahwa AS berencana untuk mengejar perjanjian besar dalam bidang energi dan perdagangan dengan Irak, termasuk rencana impor minyak. Ia menekankan potensi besar yang dimiliki Irak berkat sumber daya minyaknya.

“Irak memiliki potensi yang luar biasa karena minyak mereka... dan kita akan melakukan banyak kesepakatan. Kita akan menciptakan banyak lapangan kerja untuk kedua negara, dan kita akan mengekstraksi banyak minyak,” ungkap Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa banyak perusahaan Amerika terlibat dalam ekstraksi minyak di Irak. “Banyak minyak yang diekstraksi, dan perusahaan-perusahaan Amerika yang melakukannya -- sebagian besar perusahaan Amerika sekarang,” tambahnya.

Pujian yang Mengundang Ejekan

Menurut laporan dari TRT World, Trump juga menyebutkan bahwa al-Zaidi telah berhasil memenangkan pemilu, yang dianggapnya sebagai langkah penting bagi pemerintahan Irak dan hubungan internasional. “Dia memenangkan pemilihan yang menurut banyak orang tidak mungkin dimenangkan oleh siapa pun kecuali kandidat lain -- yang, menurut pendapat saya, bukanlah orang yang baik dan tidak baik untuk Amerika atau Irak,” jelas Trump.

Trump menegaskan pentingnya pemilihan pemimpin yang tepat, “Saya berperan dalam hal ini, dan sangat penting bagi saya bahwa orang yang tepatlah yang terpilih -- seseorang yang dapat melakukan pekerjaan itu dan melakukannya dengan baik.”

Setelah itu, Trump melanjutkan dengan komentar tentang penampilan al-Zaidi, menyatakan, “Dia pria muda... muda dan tampan, itu yang tidak saya sukai, saya tidak senang tentang itu,” yang disampaikan dengan nada bercanda. Ucapan ini pun mengundang tawa dari hadirin yang ada di ruangan tersebut.

Sementara itu, al-Zaidi menyatakan kepada wartawan bahwa kunjungannya ke Washington merupakan langkah untuk mengumumkan kemitraan ekonomi baru. Ia menekankan pentingnya kerjasama ekonomi, bukan militer, dan menyebutkan bahwa pasukan AS dijadwalkan akan meninggalkan Irak pada 30 September.

Reaksi Publik terhadap Pernyataan Trump

Namun, pernyataan Trump mengenai penampilan PM Irak tersebut justru menjadi bahan ejekan di kalangan pemirsa stasiun televisi AS. Banyak yang berkomentar di media sosial X, menanggapi pernyataan Trump dengan sinis. “Jadi, strategi diplomasi baru Trump adalah 'puji orang itu dan berharap pertemuan berjalan lebih lancar',” tulis salah satu pengguna.

Pengguna lain menambahkan, “Mengapa dia harus mengomentari penampilan setiap orang?” dan “Aneh sekali.” Beberapa komentar juga menyebutkan bahwa kecemburuan Trump menjadi pendorong utama dalam berbagai tindakannya.

Dengan demikian, meskipun Trump berusaha untuk membangun hubungan baik dengan Irak melalui pujian, respon publik menunjukkan bahwa pernyataannya justru menimbulkan lebih banyak tawa daripada penghargaan.

Artikel Terkait