Alat masak yang dilapisi dengan PTFE, jika digunakan sesuai petunjuk, tidak diperkirakan membahayakan kesehatan. Namun, risiko dapat meningkat ketika wajan dipanaskan pada suhu yang terlalu tinggi, terutama saat dalam keadaan kosong. Kerusakan pada lapisan dapat mengakibatkan pelepasan serpihan dan partikel ke dalam makanan. Meskipun studi laboratorium telah mendeteksi partikel dari lapisan yang tergores, bukti yang ada belum menunjukkan bahwa paparan dari alat masak ini dapat menyebabkan penyakit pada manusia.
Risiko Panas Berlebih dan Penggunaan yang Aman
Untuk meminimalkan risiko, penting untuk tidak memanaskan wajan dalam keadaan kosong, menggunakan api kecil hingga sedang, dan mengganti alat masak yang lapisannya mulai mengelupas atau rusak. Banyak orang memilih wajan antilengket untuk membuat telur dadar karena kemudahan dalam membalik dan membersihkannya. Namun, kekhawatiran sering muncul ketika lapisan wajan tergores atau saat mendengar bahwa alat masak ini terkait dengan bahan kimia berbahaya, yang dikenal sebagai forever chemicals atau per- dan polyfluoroalkyl substances (PFAS).
Pembedaan Bahan Pelapis dan Dampaknya
Untuk memahami potensi risiko, perlu dibedakan antara bahan pelapis yang digunakan pada wajan dengan bahan kimia yang sebelumnya digunakan dalam proses pembuatannya. PTFE dan PFOA adalah dua bahan yang berbeda. PTFE, yang lebih umum dikenal dengan merek dagang Teflon, termasuk dalam kelompok PFAS, sementara PFOA adalah bahan kimia yang dulunya digunakan dalam pembuatan produk berlapis PTFE. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyatakan bahwa lapisan antilengket berbahan polimer PFAS memiliki ikatan yang kuat pada permukaan alat masak, sehingga jumlah PFAS yang dapat berpindah ke makanan sangat kecil. Lembaga penilaian risiko Jerman (BfR) juga menegaskan bahwa risiko kesehatan dari lapisan PTFE pada wajan sangat rendah jika digunakan dengan benar.
Namun, PFOA dan PFOS telah dikaitkan dengan dampak kesehatan dalam penelitian yang mengkaji paparan terhadap bahan kimia tersebut. Meskipun demikian, memasak menggunakan wajan PTFE yang masih dalam kondisi baik tidak berarti akan menimbulkan paparan yang sama. EPA mencatat bahwa perusahaan di Amerika Serikat telah menghentikan produksi dan impor PFOA secara bertahap, meskipun peraturan dan praktik dapat bervariasi di setiap negara.
Masalah yang lebih jelas muncul ketika wajan berlapis PTFE dipanaskan secara berlebihan. Wajan kosong dapat menjadi sangat panas dalam waktu singkat. Pada suhu tinggi, lapisan PTFE dapat terurai dan melepaskan asap atau gas berbahaya jika terhirup. Gas berbahaya ini dapat terbentuk ketika suhu wajan melebihi sekitar 360 derajat Celcius, sementara asap mulai muncul pada suhu sekitar 260 derajat Celcius. Kerusakan lapisan dapat terjadi pada suhu yang lebih tinggi. Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak memanaskan wajan kosong dan menghindari penggunaan api besar.
Menghirup asap dari PTFE yang terlalu panas dapat menyebabkan polymer fume fever, suatu kondisi langka dengan gejala mirip flu, seperti demam, menggigil, sakit kepala, nyeri tubuh, batuk, atau sesak napas. Jika mengalami sesak napas atau gejala berat setelah terpapar asap, segera cari bantuan medis. Selain itu, burung peliharaan sangat sensitif terhadap asap ini, sehingga sebaiknya dijauhkan dari dapur saat memasak dengan wajan PTFE.
Lapisan yang tergores atau mengelupas dapat melepaskan partikel ke dalam makanan. Dalam sebuah studi laboratorium pada tahun 2022, peneliti memperkirakan bahwa satu retakan pada permukaan dapat melepaskan sekitar 9.100 partikel mikroplastik dan nanoplastik selama proses memasak. Kerusakan lapisan yang lebih luas dapat menyebabkan pelepasan lebih banyak partikel. Angka tersebut menunjukkan bahwa partikel dapat terlepas, namun tidak membuktikan bahwa jumlah tersebut dapat menyebabkan penyakit pada orang yang mengonsumsi makanan tersebut. Penelitian pada tahun 2024 juga mengukur pelepasan partikel dari berbagai jenis alat masak ke dalam simulasi makanan. Dampak kesehatan dari paparan partikel PTFE dalam penggunaan sehari-hari masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
BfR menyatakan bahwa serpihan kecil PTFE yang tidak sengaja tertelan biasanya akan melewati saluran pencernaan tanpa menimbulkan reaksi dan tidak diharapkan menyebabkan masalah kesehatan. Namun, wajan yang lapisannya sudah terkelupas, mengelupas, atau rusak parah sebaiknya segera diganti. Disarankan untuk mulai memanaskan wajan setelah makanan, air, atau minyak dimasukkan sesuai kebutuhan. Gunakan api kecil hingga sedang, hindari meninggalkan wajan kosong di atas kompor, dan pastikan dapur memiliki ventilasi yang baik. Alat masak berbahan kayu atau silikon juga dapat membantu mengurangi goresan; cuci wajan dengan spons lembut dan periksa lapisannya secara berkala. Ganti wajan jika lapisan mulai mengelupas, menggelembung, atau rusak parah. Wajan PTFE yang masih dalam kondisi baik tidak perlu dibuang hanya karena berlapis antilengket. Untuk memasak dengan api besar, pilih alat masak tanpa lapisan PTFE dan ikuti petunjuk penggunaan dari produsen.