Fakta Ekonomi

Rupiah Menguat, Tinggalkan Level Rp 18.000 per Dolar AS Berkat Upaya Pemerintah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan penguatan, meninggalkan level psikologis Rp 18.000 per dolar AS, berkat langkah-langkah pemerintah dalam mengendalikan inflasi.

U
Ulam Kirana
17 July 2026
44 pembaca
Foto: Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penguatan dan berhasil meninggalkan level psikologis Rp 18.000 per dolar AS. Sebelumnya, selama satu minggu, mata uang Indonesia ini bertahan di atas level tersebut. Para pengamat menilai bahwa penguatan rupiah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi.

Menurut data dari Bloomberg, rupiah menguat sebesar 82 poin atau 0,45 persen, mencapai posisi Rp 17.986 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (16/7/2026). Pada perdagangan sebelumnya, nilai tukar rupiah berada di level Rp 18.068 per dolar AS.

Langkah Pemerintah untuk Mengendalikan Inflasi

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan berbagai langkah fiskal dan pasar untuk mengendalikan inflasi, terutama terkait komoditas pangan yang berfluktuasi dan meningkatnya biaya industri. Ia menambahkan bahwa sejumlah langkah mitigasi telah diambil untuk menjaga laju inflasi, khususnya dari komponen harga pangan yang bergejolak dan biaya produksi yang dapat mendorong kenaikan harga barang.

Independensi Bank Indonesia Dikenali Secara Global

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) mengklaim bahwa independensinya diakui oleh lembaga pemeringkat global. Hal ini menyusul laporan dari S&P Global Ratings mengenai peringkat utang dan prospek Indonesia. Independensi BI menjadi salah satu aspek yang disorot oleh lembaga pemeringkat, termasuk Moody's dan Fitch Ratings. Ibrahim menyampaikan bahwa S&P Global Ratings masih mempercayai independensi lembaga moneter Indonesia. BI memiliki kemampuan untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,75 persen.

Lebih lanjut, independensi BI didukung oleh kebijakan otoritas fiskal yang berkelanjutan, sehingga memungkinkan otoritas moneter untuk mengambil kebijakan yang positif bagi perekonomian Indonesia. BI berkomitmen untuk terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Artikel Terkait