Fakta Kesehatan

Sido Muncul Luncurkan Laboratorium Farmakologi untuk Dukung Keamanan Produk Herbal

Sido Muncul meresmikan Laboratorium Farmakologi yang bertujuan untuk memperkuat bukti ilmiah mengenai keamanan dan khasiat produk herbal. BPOM menegaskan bahwa produk berizin edar aman untuk dikonsums...

N
Narayana Putra
11 June 2026
15 pembaca
Sido Muncul Luncurkan Laboratorium Farmakologi untuk Dukung Keamanan Produk Herbal
Peresmian Laboratorium Farmakologi di Pabrik Sido Muncul, Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa, 9 Juni 2026. (Liputan6.com/Gilar Ramdhani)

PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) baru saja meresmikan Laboratorium Farmakologi yang terletak di pabriknya di Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kehadiran laboratorium ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperkuat bukti ilmiah terkait keamanan, kualitas, dan khasiat produk herbal yang dihasilkan di Indonesia.

Peresmian laboratorium dilakukan oleh Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D., serta dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, Sp.PD., Subsp. H.Onk.M.(K), FINASIM, dan Wakil Bupati Semarang, Dra. Hj. Nur Arifah.

Sejarah dan Perkembangan Laboratorium

Laboratorium Farmakologi Sido Muncul telah beroperasi sejak tahun 2001 sebagai fasilitas penelitian untuk mendukung pengembangan produk herbal. Dengan meningkatnya kebutuhan riset, laboratorium yang awalnya berlokasi di bangunan semi permanen telah dipindahkan ke gedung permanen yang lebih modern dan representatif seluas 288 meter persegi pada tahun 2019, dan mulai beroperasi pada Januari 2020.

Selama lebih dari dua dekade, laboratorium ini telah menjadi pusat penelitian untuk menghasilkan data ilmiah mengenai keamanan dan khasiat produk. Saat ini, laboratorium ini dipimpin oleh seorang dokter hewan dan didukung oleh tim peneliti serta laboran yang berpengalaman. Berbagai penelitian yang dilakukan mencakup uji toksisitas akut dan subkronis, uji teratogenik, serta uji aktivitas obat cacing untuk mendukung pengembangan produk berbasis bukti ilmiah.

Pernyataan dari Pimpinan Sido Muncul

Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menyatakan bahwa laboratorium ini adalah fasilitas farmakologi pertama yang dimiliki oleh industri jamu di Indonesia. Dalam rangka merayakan usia ke-75 tahun Sido Muncul, perusahaan berkomitmen untuk fokus pada riset yang lebih intensif, termasuk memperkuat peran Laboratorium Farmakologi. "Labfar ini adalah laboratorium farmakologi yang pertama di industri jamu. Tujuannya untuk membuktikan keamanan dan khasiat produk," ungkap Irwan.

Irwan juga menekankan bahwa tantangan industri saat ini tidak hanya terletak pada produksi barang yang aman dan berkualitas, tetapi juga dalam menjaga kepercayaan masyarakat di tengah maraknya informasi yang tidak terverifikasi. Ia mencontohkan produk Tolak Angin yang sering kali menjadi sasaran informasi menyesatkan meskipun telah melalui berbagai pengujian ilmiah.

Kerja Sama dengan Institusi Akademik

Untuk memperkuat bukti ilmiah, Sido Muncul telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi akademik, seperti Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Kristen Maranatha. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk memastikan keamanan dan efektivitas produk herbal yang diproduksi oleh perusahaan.

Contohnya, untuk produk Tolak Angin, penelitian meliputi uji toksisitas subkronis untuk memastikan keamanan penggunaan jangka panjang, dan hasilnya menunjukkan tidak ada efek toksik yang membahayakan. "Tolak Angin dapat membantu menjaga daya tahan tubuh dan aman dikonsumsi sesuai anjuran yang telah ditentukan," jelas Irwan.

Laboratorium Farmakologi juga melakukan penelitian terhadap produk lain seperti SM-Diabe, yang menunjukkan potensi dalam membantu mengontrol kadar gula darah. Irwan menegaskan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa SM-Diabe dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah konsumsi sukrosa.

Pernyataan dari BPOM

Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D., menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu ragu terhadap produk yang telah mendapatkan izin edar dari BPOM. "Apabila suatu produk telah memiliki izin edar dari BPOM, maka BPOM menjamin bahwa produk tersebut telah melalui proses evaluasi sehingga memenuhi aspek keamanan, khasiat atau efikasi, serta kualitas," ujarnya.

Taruna juga menekankan pentingnya masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk. Dengan adanya laboratorium ini, diharapkan dapat mempercepat proses hilirisasi hasil riset obat tradisional Indonesia menjadi produk yang diakui dan dapat diresepkan dalam pelayanan kesehatan formal.

Irwan Hidayat berharap Laboratorium Farmakologi dapat menjadi fasilitas yang bermanfaat bagi perkembangan industri jamu nasional dan mempercepat pembuktian ilmiah terhadap kekayaan hayati Indonesia. "Mudah-mudahan laboratorium ini dapat membantu mempercepat pembuktian ilmiah sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas," tutupnya.

Artikel Terkait