Fakta Pendidikan

Sistem Pendidikan Multibahasa di Mumbai

Mumbai, sebagai kota metropolitan terpadat ketiga di India, mengelola pendidikan dengan menggunakan delapan bahasa sebagai pengantar. Pemerintah setempat, Brihanmumbai Municipal Corporation (BMC), men...

U
Ulam Kirana
19 September 2026
25 pembaca
Foto: Fahri Zulfikar/detikcom
Foto: Fahri Zulfikar/detikcom

Mumbai, yang dikenal sebagai salah satu kota metropolitan dengan populasi terpadat ketiga di India, memiliki banyak pekerja migran yang berkontribusi pada keragaman budaya dan bahasa. Dalam upaya untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan mereka, pemerintah kota, yaitu Brihanmumbai Municipal Corporation (BMC), mengelola lebih dari 1.000 sekolah di seluruh wilayah tersebut. Menariknya, sekolah-sekolah ini menerapkan sistem pengantar dalam delapan bahasa yang berbeda.

"Kami memiliki sekolah dalam delapan bahasa daerah yang berbeda di India, termasuk Inggris, Urdu, Tamil, Hindi, Gujarati, Kannada, Telugu, dan Tamil. Jadi, ada berbagai sekolah yang kami miliki, dan itu juga ada di Dharavi," ungkap pihak BMC dalam sebuah pertemuan dengan delegasi media BRICS di Chhatrapati Shivaji Terminus Area, Fort, Mumbai, Maharashtra, pada Selasa (15/9/2026).

Daftar Bahasa yang Digunakan

Berikut adalah daftar bahasa yang digunakan dalam sistem pendidikan di Mumbai:

  1. Inggris (Bahasa yang paling banyak diminati penggunaannya)
  2. Marathi (Bahasa resmi negara bagian Maharashtra)
  3. Hindi (Bahasa paling umum digunakan oleh migran dari wilayah utara)
  4. Urdu (Digunakan oleh komunitas minoritas Muslim migran)
  5. Gujarati (Bahasa daerah asal negara bagian Gujarat)
  6. Kannada (Bahasa pengantar migran dari Karnataka)
  7. Telugu (Bahasa pengantar migran dari Andhra Pradesh/Telangana)
  8. Tamil (Bahasa pengantar migran dari Tamil Nadu)

Selain beragam bahasa, BMC juga menerapkan kurikulum yang sesuai dengan standar Maharashtra State Board (SSC). Kurikulum ini dirancang untuk mendukung pengembangan akademik, keterampilan bahasa, serta pemahaman ilmiah bagi siswa di tingkat sekolah menengah. Dengan kurikulum ini, proses transfer nilai siswa atau pemindahan antarjenjang tetap dapat dilakukan dengan setara.

Transformasi Pembelajaran di Sekolah

Wakil Komisaris Kota (Pendidikan) BMC menjelaskan bahwa kurikulum yang terintegrasi akan menggeser fokus dari metode hafalan menjadi pembelajaran reflektif. Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya terfokus pada ujian akademik, tetapi juga menjadi individu yang memiliki kesadaran sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

"BMC berkomitmen untuk membangun Mumbai yang lebih kuat dan siap menghadapi masa depan, dan ini dimulai dari anak-anak kita," tambahnya, seperti yang dilaporkan oleh Times of India.

"Upaya kami dapat dilihat pada ruang kelas pintar yang canggih dan guru-guru inspiratif yang memfasilitasi pendidikan terbaik kepada siswa melalui berbagai kurikulum berstandar internasional seperti SSC, ICSE, IGCSE, CBSE, dan IB," tuturnya.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait