Fakta Nasional

Strategi BKKBN Menghadapi Lonjakan Populasi Lansia di Indonesia

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN merancang langkah-langkah untuk menghadapi perubahan demografi, di mana jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas diperkirakan akan meningkat.

F
Fidzu Ardaf
17 September 2026
31 pembaca
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji memimpin penguatan sinergi lintas kementerian mematangkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis 3B. (Dok. Kemendukbangga/BKKBN)
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji memimpin penguatan sinergi lintas kementerian mematangkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis 3B. (Dok. Kemendukbangga/BKKBN)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN sedang mempersiapkan strategi untuk menghadapi perubahan dalam struktur demografi Indonesia, di mana populasi lansia, khususnya mereka yang berusia 65 tahun ke atas, diprediksi akan meningkat. Sementara itu, jumlah penduduk dalam kelompok usia produktif dan anak-anak diperkirakan akan mengalami penurunan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI pada Kamis (17/9/2026).

“Peran strategis program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) dalam menghadapi perubahan struktur penduduk adalah dengan menjaga keseimbangan struktur lewat pengelolaan kuantitas penduduk, serta memperkuat kualitas penduduk dan ketahanan keluarga,” ungkap Wihaji.

Pengelolaan Kuantitas Penduduk

Wihaji menjelaskan bahwa pengelolaan kuantitas penduduk dilakukan melalui berbagai upaya, termasuk pendewasaan usia perkawinan dan pencegahan perkawinan anak. Selain itu, pemerintah juga berupaya untuk memperkuat program keluarga berencana serta kesehatan ibu dan anak, dengan fokus pada penggunaan kontrasepsi jangka panjang.

Program-program BKKBN untuk Masyarakat

Kementerian ini melaksanakan berbagai program, seperti Bina Keluarga Balita, TAMASYA, dan UPPKA. Untuk remaja dan lansia, terdapat inisiatif seperti Gerakan Ayah Teladan Indonesia, Akademi Keluarga Indonesia, serta Lansia Berdaya (SIDAYA). Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN juga menjalankan program GENTING dan DASHAT. Berdasarkan data yang direkapitulasi dari seluruh provinsi per 3 September 2026, Wihaji menyatakan bahwa sekitar 1 juta keluarga yang berisiko stunting telah menerima bantuan melalui program GENTING.

Artikel Terkait