Fakta Nasional

Tragedi KMP Virgo 8: 52 Penumpang Ditemukan Meninggal Setelah 13 Hari Pencarian

Operasi pencarian penumpang KMP Virgo 8 telah berlangsung selama 13 hari, dengan 52 orang ditemukan meninggal dunia dari total 160 penumpang yang berhasil dievakuasi.

F
Fidzu Ardaf
25 September 2026
36 pembaca
Penyelam TNI Angkatan Laut (AL) yang tergabung dalam tim gabungan SAR berhasil evakuasi jenazah penumpang KMP Virgo Transport 8 pada 24 September 2026. (Dokumentasi TNI AL)
Penyelam TNI Angkatan Laut (AL) yang tergabung dalam tim gabungan SAR berhasil evakuasi jenazah penumpang KMP Virgo Transport 8 pada 24 September 2026. (Dokumentasi TNI AL)

Operasi pencarian dan evakuasi penumpang Kapal Virgo Transport 8 telah memasuki hari ke-13. Tim SAR gabungan melaporkan bahwa dari total 160 penumpang yang berhasil ditemukan, 52 di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, 108 penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, dan 83 orang lainnya masih dalam pencarian.

"Maka, hingga pukul 12.00 WITA hari ini, total korban yang telah ditemukan mencapai 160 korban, terdiri dari 108 orang selamat dan 52 orang meninggal dunia. Sedangkan, 93 orang masih dalam pencarian," jelas Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya Mochammad Syafii, dalam keterangan yang disampaikan pada Jumat (25/9/2026).

Proses Evakuasi dan Penemuan Jenazah

Pada operasi evakuasi yang dilaksanakan pada hari Kamis, tim SAR gabungan berhasil mengangkat 14 jenazah dari dalam kapal. Seluruh jenazah kemudian dievakuasi ke Kapal Negara SAR Pacitan dan diterbangkan ke Banjarmasin menggunakan helikopter Basarnas HR-3604. Dalam operasi hari ini, tim SAR gabungan juga berhasil menemukan 10 jenazah lainnya melalui beberapa tahapan penyelaman. Pada tahap pertama, mereka menemukan 5 jenazah.

"Selain itu, tim SAR gabungan juga menemukan tiga korban di sekitar Sungai Cabang PT Kumai Sentosa, Kabupaten Sukamara, dan dua korban lainnya ditemukan di Sandurian, Kabupaten Seruyan," tambah Syafii.

Syafii juga menegaskan bahwa Basarnas akan terus melakukan penyelaman, penyisiran permukaan, dan dukungan udara dengan mengerahkan seluruh sumber daya SAR yang ada. Pencarian akan terus dioptimalkan untuk menemukan 93 penumpang yang masih hilang. "Kami terus mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. Setiap informasi dan temuan di lapangan akan segera ditindaklanjuti. Fokus utama kami adalah menemukan korban yang masih dalam pencarian serta memberikan kepastian kepada keluarga," ungkapnya.

Perpanjangan Operasi Pencarian

Jumlah penumpang yang terdaftar dalam manifes kapal mencapai 243 orang. Operasi pencarian dan pertolongan untuk KMP Virgo Transport 8, yang mengalami kecelakaan di Laut Jawa, telah diperpanjang hingga satu minggu ke depan sampai 26 September 2026. Perpanjangan ini dilakukan sambil menunggu rencana pengangkatan kapal yang masih dalam diskusi dengan pemilik kapal dan tim terkait.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo Nur Sasongko, mengonfirmasi perpanjangan ini dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Sabtu, 19 September 2026. "Operasi ini kami perpanjang menjadi tujuh hari ke depan," ujarnya.

Yudhi menjelaskan bahwa perpanjangan dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk rencana pengangkatan badan kapal yang masih dalam pembicaraan. Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan terkait operasi yang dilaksanakan. Pada Sabtu siang, terdapat dua tim salvage yang dikoordinasikan oleh pemilik kapal, meskipun ia belum dapat memastikan kapan proses salvage akan selesai.

Pemilik KMP Virgo Transport 8 juga menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas seluruh hak korban kecelakaan, termasuk memfasilitasi kepulangan bagi korban yang ingin kembali ke daerah asal. Mereka juga sedang menyiapkan tali asih yang masih dalam tahap perhitungan.

Juru Bicara pemilik kapal, Simson Fransiscus Riki, menyatakan bahwa sejak hari pertama kejadian, mereka telah mengambil langkah-langkah untuk menangani kebutuhan korban. "Bukan hanya pernyataan mengenai tanggung jawab perusahaan, tetapi juga aksi nyata yang telah kami lakukan dari awal hingga saat ini," ujarnya di Banjarmasin pada 18 September 2026.

Simson juga memberikan klarifikasi terkait tudingan bahwa para korban selamat dikeluarkan dari penginapan di Banjarmasin. Ia menjelaskan bahwa korban yang berada di sejumlah hotel bukan dikeluarkan oleh perusahaan, melainkan difasilitasi untuk kembali ke rumah masing-masing setelah merasa tidak nyaman dan meminta dipulangkan karena kerinduan kepada keluarga. "Pihak owner sejak awal telah memfasilitasi kepulangan korban menggunakan kapal laut. Namun, korban menyampaikan trauma untuk kembali menggunakan transportasi laut, sehingga meminta dukungan tambahan agar dapat kembali ke daerah masing-masing," jelasnya.

Ia juga mengklarifikasi informasi mengenai tali asih yang dituduh sebagai uang tutup mulut, menegaskan bahwa angka tersebut belum final dan masih dalam perhitungan. "Dari pihak kami juga sudah siapkan lagi tali asihnya yang angkanya segera akan kami rilis, karena kami masih berhitung semuanya," tuturnya.

Artikel Terkait