Fakta Nasional

Tragedi Meninggalnya Atlet Silat Semarang Usai Operasi Jari

Atlet pencak silat asal Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata, meninggal dunia setelah menjalani operasi jari. Pihak rumah sakit memberikan penjelasan mengenai kondisi dan proses yang dilalui Rivana.

E
Eko Prasetyo
29 October 2026
4 pembaca
Kedatangan jenazah almarhumah Ayudiah Rivana Tridiandinita di rumah duka di Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Rabu (28/10/2026). (Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng)
Kedatangan jenazah almarhumah Ayudiah Rivana Tridiandinita di rumah duka di Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Rabu (28/10/2026). (Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng)

Pihak RS Primaya Semarang memberikan keterangan mengenai meninggalnya Ayudiah Rivana Tridiandinata, seorang atlet pencak silat dari Kota Semarang. Direktur RS Primaya Semarang, dr. Aditya Nugraha, menyatakan bahwa penyebab kematian Rivana belum dapat dipastikan karena melibatkan beberapa faktor yang bisa diprediksi maupun yang tidak terduga.

Rivana tiba di rumah sakit pada hari Senin, 26 Oktober, dengan kondisi patah tulang pada jari tengah dan dirujuk ke dokter spesialis ortopedi untuk menentukan langkah medis yang tepat. "Kami menerima pasien melalui IGD. Kemudian dilakukan operasi itu hari Selasa (27/10). Setelah operasi kondisi pasien baik-baik saja, sudah sadar penuh, kemudian kembali ke ruangan," jelas Aditya.

Proses Operasi dan Pemulihan

Operasi yang dilakukan terhadap Rivana berjalan dengan lancar dan tidak tergolong sebagai operasi besar. Menurut Aditya, operasi selesai sekitar pukul 20.00 WIB, dan petugas medis masih memeriksa kondisi pasien pada pukul 23.00 WIB dengan memberikan obat yang sama seperti sebelumnya.

Pada pukul 03.00 WIB, tim medis kembali memeriksa Rivana yang masih terlihat bernapas dalam keadaan tidur. Namun, saat petugas berusaha membangunkannya sekitar pukul 05.30 WIB, mereka mendapati bahwa Rivana sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. "Kemudian saat kami bangunkan jam 05.30 WIB itu pasien sudah tidak ada (meninggal)," tambahnya, menjelaskan bahwa ada anggota keluarga yang menunggu di dalam ruangan saat itu.

Kondisi Keluarga dan Penjelasan Lanjutan

Pihak rumah sakit berkomitmen untuk memberikan penjelasan lebih lanjut kepada keluarga mengenai situasi yang terjadi. Meskipun tragedi ini sangat mengejutkan, pihak RS Primaya akan terus melakukan investigasi untuk memastikan semua prosedur telah diikuti dengan benar.

Kepergian Rivana meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman, dan komunitas pencak silat di Semarang.

Artikel Terkait