Wednesday, 06 May 2026
Fakta Nasional

Tren Telepon Jadul Tin Can Meningkat di Amerika Serikat

Penggunaan telepon jadul bernama Tin Can kembali populer di Amerika Serikat, terutama di kalangan orang tua dan sekolah, untuk mengurangi ketergantungan pada smartphone.

A
Admin Nalarfakta
02 May 2026 12 pembaca
Tren Telepon Jadul Tin Can Meningkat di Amerika Serikat

KOMPAS.com - Di Amerika Serikat, tren penggunaan telepon jadul kembali muncul melalui perangkat bernama Tin Can. Berbeda dengan smartphone, perangkat ini dirancang menyerupai telepon rumah dengan papan untuk menaruh gagang telepon. Tin Can semakin diminati oleh orang tua dan sekolah karena dapat mendorong anak-anak untuk menggunakan telepon klasik, sehingga mengurangi waktu layar dan ketergantungan pada smartphone.

Popularitas Tin Can terlihat dari penjualannya yang sudah mencapai ratusan ribu unit. Menurut Tin Can Untechnologies Inc., perusahaan yang mengembangkan perangkat ini, produk mereka laris berkat rekomendasi dari pengguna. Tin Can memiliki fungsi yang terbatas dibandingkan smartphone modern. Perangkat ini terhubung langsung ke stopkontak dan dilengkapi dengan fitur seperti speakerphone, panggilan cepat, dan mesin penjawab otomatis.

Pengguna juga dapat melakukan panggilan gratis antar perangkat Tin Can dan ke layanan darurat. Untuk menghubungi nomor di luar jaringan, tersedia paket berlangganan sekitar 10 dollar AS per bulan yang memungkinkan panggilan ke nomor yang disetujui oleh orang tua. Selain diminati orang tua, sejumlah sekolah juga mulai menggunakan Tin Can untuk membatasi penggunaan smartphone di kalangan siswa. Salah satunya adalah Nativity Parish School di dekat Kansas City, di mana sekitar 95 persen keluarga dengan anak dari taman kanak-kanak hingga kelas lima telah bergabung dalam program ini.

Menariknya, siswa di sekolah tersebut juga menggunakan direktori kertas untuk mencatat kontak, mengikuti cara lama. Inisiatif serupa juga diterapkan oleh St. James' Episcopal School di Los Angeles, yang berencana membagikan perangkat ini kepada 220 keluarga sebelum libur musim panas. Tujuannya adalah untuk menjaga komunikasi antar siswa tanpa bergantung pada grup chat yang dapat menimbulkan masalah sosial.

CEO Tin Can Untechnologies, Chet Kittleson, menyatakan bahwa produk ini lahir dari kekhawatiran terhadap cara anak-anak berkomunikasi saat ini. Ia percaya bahwa percakapan suara dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan komunikasi yang lebih baik. Permintaan terhadap perangkat ini meningkat, terutama dari orang tua yang mencari alternatif selain smartphone. Bahkan, perusahaan mengalami gangguan server saat lonjakan instalasi terjadi pada Hari Natal.

Saat ini, Tin Can hanya tersedia di Amerika Serikat dan Kanada, dan belum ada informasi mengenai rencana peluncuran di negara lain, sebagaimana dilaporkan oleh KompasTekno dari Times of India.

// Artikel Terkait