Fakta Nasional

UEA Pertimbangkan Penarikan Investasi Terkait Kontroversi Manchester City

Uni Emirat Arab (UEA) mengancam untuk menarik investasi miliaran poundsterling dari Inggris sebagai respons terhadap keputusan Premier League mengenai Manchester City. Pejabat UEA menilai keputusan te...

U
Ulam Kirana
03 October 2026
29 pembaca
Logo Premier League (Foto: Visionhaus/Getty Images/Visionhaus)
Logo Premier League (Foto: Visionhaus/Getty Images/Visionhaus)

Uni Emirat Arab (UEA) mengancam akan menarik investasi yang bernilai miliaran poundsterling dari Inggris sebagai bentuk protes terhadap keputusan yang diambil terkait Manchester City. Pejabat dari UEA mengungkapkan bahwa keputusan yang dikeluarkan oleh Premier League akan berdampak pada hubungan bilateral antara kedua negara.

Menurut laporan dari Independent, UEA telah memperingatkan pemerintah Inggris mengenai kemungkinan pembatalan investasi besar-besaran mereka di Inggris akibat keputusan Premier League yang berkaitan dengan Manchester City. Bloomberg juga melaporkan bahwa pejabat UEA menegaskan bahwa tindakan tersebut akan memengaruhi hubungan bilateral antarnegara.

Ancaman Penarikan Investasi

Media The Telegraph menyebutkan bahwa UEA mengancam untuk membatalkan investasi swasta senilai miliaran poundsterling yang direncanakan untuk pembangunan pusat teknologi tinggi yang terinspirasi oleh Silicon Valley, yang terletak di antara Oxford dan Cambridge. Dalam konteks ini, Ketua Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, dilaporkan telah melakukan pertemuan dengan Menteri Bisnis Jonathan Reynolds di Downing Street dua minggu sebelum Premier League mengumumkan keputusan mereka.

Kekhawatiran PM Inggris

Pada hari Kamis, pihak Downing Street menegaskan bahwa keputusan bersalah terhadap Manchester City adalah hal yang serius. Seorang juru bicara dari Kantor Perdana Menteri Inggris menyampaikan pernyataan tersebut setelah PM Inggris, Andy Burnham, mengungkapkan kekhawatirannya jika pemilik klub saat ini memutuskan untuk menjual Manchester City.

Louie French, menteri bayangan bidang olahraga dari Partai Konservatif, menuduh Burnham menunjukkan dukungan terbuka terhadap pemilik klub di tengah penyelidikan mengenai pendanaan klub selama beberapa tahun terakhir. Ia juga menyebut komentar Burnham sebagai sesuatu yang sangat luar biasa. Sementara itu, Partai Liberal Demokrat mendesak Burnham untuk mempublikasikan semua rincian pertemuannya dengan pemilik Manchester City, Abu Dhabi United Group (ADUG), serta mengungkapkan semua bentuk jamuan yang diterimanya di Stadion Etihad.

Sebelumnya, Burnham, yang juga merupakan mantan Wali Kota Manchester Raya, menyatakan kepada BBC bahwa ia tidak ingin melihat pemilik Manchester City yang berasal dari UEA meninggalkan klub akibat masalah finansial ini. "Saya akan sangat khawatir jika kehilangan mereka," ujarnya, sambil menekankan pentingnya investasi yang telah dilakukan oleh Abu Dhabi United Group, yang mengelola Manchester City.

Klub yang didukung oleh Abu Dhabi ini terbukti telah melakukan pengaturan kesepakatan palsu untuk meningkatkan pendapatan secara artifisial dan menekan biaya lebih dari £900 juta atau sekitar US$1,2 miliar antara tahun 2009 dan 2018. Dalam pernyataannya, Downing Street menegaskan bahwa proses independen yang sedang berlangsung terkait Manchester City harus dibiarkan berjalan sesuai dengan prosedurnya dan hasilnya harus dihormati.

Artikel Terkait