Djoko Setijowarno, seorang pengamat transportasi, mengusulkan agar pengiriman barang jarak jauh yang melebihi 500 kilometer dialihkan ke moda kereta api. Pada Minggu, 1 November 2026, dia meminta pemerintah untuk memberikan subsidi bahan bakar dan insentif fiskal agar kereta api dapat bersaing dengan transportasi jalan raya. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan truk yang berlebihan serta mengurangi kerusakan pada jalan raya.
Pengalihan Moda Transportasi untuk Efisiensi
Menurut Djoko, pengalihan pengiriman barang ke kereta api sangat penting untuk mengurangi beban infrastruktur jalan serta mendukung upaya pemerintah dalam memberantas kendaraan yang beroperasi dengan muatan berlebih, atau yang dikenal dengan istilah Over Dimension Over Loading (ODOL). Ia menekankan bahwa angkutan barang berbasis kereta api perlu diperkuat agar dapat bersaing dengan moda transportasi jalan raya yang selama ini mendominasi.
Dia menegaskan perlunya perlakuan yang setara antara kedua moda transportasi tersebut, terutama dalam hal biaya operasional dan kebijakan fiskal. "Agar moda kereta api dapat bersaing dengan jalan raya, pengelolaannya perlu mendapatkan perlakuan yang setara, seperti penggunaan BBM bersubsidi, pembebasan biaya Track Access Charge (TAC), serta penghapusan PPN," ungkapnya dalam keterangannya.
Dukungan Pemerintah sebagai Solusi
Djoko menilai bahwa dukungan pemerintah terhadap pengangkutan barang melalui kereta api dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan distribusi logistik terhadap truk. Selama ini, penggunaan truk untuk perjalanan jarak jauh meningkatkan beban infrastruktur jalan, terutama ketika kendaraan tersebut beroperasi dengan muatan melebihi kapasitas.
Dia menambahkan, "Melalui kebijakan ini, angkutan barang via jalan raya untuk jarak di atas 500 kilometer dapat dialihkan sepenuhnya ke moda kereta api dengan dukungan subsidi pemerintah." Menurutnya, pengalihan ini juga dapat membantu mengurangi kerusakan jalan yang selama ini memerlukan anggaran pemeliharaan dari pemerintah pusat maupun daerah.
Djoko berpendapat bahwa memperkuat angkutan barang berbasis kereta api adalah langkah yang lebih tepat daripada membiarkan jalan raya terus menanggung beban kendaraan berat yang berpotensi mempercepat kerusakan infrastruktur. "Langkah ini jauh lebih bijak daripada membiarkan jalan raya cepat rusak dan angka kecelakaan lalu lintas terus meningkat," tutupnya.