Yusril Ihza Mahendra, yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, menolak untuk memberikan tanggapan mengenai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan bahwa ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak ditemukan. Yusril merasa bahwa sebagai atasan Gibran, ia tidak dalam posisi untuk berkomentar.
"Saya sendiri walaupun selama ini belajar hukum tata negara, tetapi saya merasa tidak pada posisi berkomentar pada persoalan ini," ungkap Yusril saat berbicara dengan wartawan di Gedung Trinity, Jakarta, pada hari Jumat (9/10).
Posisi Gibran dalam Kabinet
Yusril menambahkan bahwa Gibran, sebagai Wakil Presiden, adalah atasan dalam struktur kabinet, sehingga ia merasa tidak pantas untuk mengomentari keputusan MK mengenai ijazah Gibran. "Saya ini anggota kabinet ya, beliau ini juga anggota kabinet. Bagaimanapun pak presiden dan pak wakil presiden itu atasan kami," jelasnya.
Menyerahkan kepada MK
Lebih lanjut, Yusril menyatakan bahwa ia menyerahkan masalah ini kepada Mahkamah Konstitusi atau lembaga lain yang dianggap berwenang untuk menangani keputusan tersebut. "Jadi kami menyerahkan semua putusan ini kepada Mahkamah Konstitusi atau putusan juga dari Pengadilan Tata Usaha Negara yang sedang berproses sekarang," katanya.
Yusril juga enggan memberikan komentar mengenai potensi pemakzulan terhadap Gibran, dengan menyatakan bahwa hal tersebut bukanlah wewenangnya sebagai menteri. "Para anggota DPR yang mau mengambil langkah pemakzulan, itu kami tidak bisa berkomentar apa-apa, ya. Jadi kami patuh arahan presiden apa yang kami harus lakukan," tuturnya.
Sementara itu, Gibran Rakabuming Raka telah memberikan pernyataan mengenai keputusan MK terkait syarat pencalonannya sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2024. Ia mengungkapkan rasa hormatnya terhadap seluruh proses yang berlangsung di MK dan menegaskan fokusnya untuk bekerja. "Kita hormati seluruh tahapan-tahapan dan proses-proses yang ada di MK. Yang paling penting sekarang, saya akan terus fokus bekerja untuk masyarakat dan mensukseskan visi-misi dan program dari Bapak Presiden selaku pimpinan kami," kata Gibran kepada wartawan pada Rabu (7/10).
Lihat Juga: Bola Panas Polemik Ijazah Gibran Bergulir ke DPR.