Fakta Politik

--- Ahok Menyampaikan Pandangannya tentang Kepemimpinan dalam Acara Sumpah Pemuda PDIP ---

--- Dalam peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda PDIP, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menekankan pentingnya dialog antara pemimpin dan masyarakat serta transparansi dalam pengelolaan anggaran. ---

S
Stevani Nila Wardana
29 October 2026
4 pembaca
Ahok menekankan pentingnya dialog antara pemimpin dan masyarakat dalam peringatan Sumpah Pemuda PDIP. (Arsip PDIP)
Ahok menekankan pentingnya dialog antara pemimpin dan masyarakat dalam peringatan Sumpah Pemuda PDIP. (Arsip PDIP)
---TITLEEXCERPT--- Dalam peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda PDIP, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menekankan pentingnya dialog antara pemimpin dan masyarakat serta transparansi dalam pengelolaan anggaran. ---CONTENT---

Ketua DPP PDIP sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, yang akrab disapa Ahok, membahas karakter kepemimpinan yang perlu mendengarkan dan berkomunikasi dengan masyarakat saat menghadiri acara peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda PDIP pada Rabu (28/10). Dalam kesempatan tersebut, Ahok hadir bersama ekonom senior, Thomas Trikasih Lembong.

Ahok menegaskan bahwa seorang pemimpin harus selalu peka terhadap keluhan yang disampaikan oleh masyarakat. Ia mengungkapkan pengalamannya selama menjabat sebagai Gubernur Jakarta, di mana ia belajar bahwa kebijakan yang diambil tanpa melalui kajian dan dialog dapat merugikan masyarakat.

Pentingnya Mendengarkan Suara Rakyat

Ahok menceritakan pengalamannya ketika merelokasi warga ke rumah susun. Meskipun niatnya baik, relokasi tersebut justru berdampak negatif pada usaha kecil masyarakat. "Dulu kita pindahkan orang, kita berpikir untuk kebaikan dia, ternyata orang yang tinggal di gang-gang sempit itu dia bisa dagang," ungkapnya.

Transparansi Anggaran dan Keadilan Sosial

Di kesempatan yang sama, Ahok juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran. Ia berpendapat bahwa teknologi seharusnya dapat mencegah kebocoran anggaran, bukan sebaliknya. "Saya di DKI berani buka semua. Sampai beli air minum kemasan Anda bisa baca di dalam website," ujarnya.

Lebih lanjut, Ahok menekankan bahwa pembagian hasil sumber daya alam seharusnya memberikan bagian yang lebih besar kepada daerah. Ia menegaskan bahwa jabatan publik bukanlah tentang kekuasaan, melainkan tentang pengelolaan keadilan sosial. "Jadi kita harus jadi pejabat adalah administrator untuk mewujudkan keadilan sosial," tutup Ahok.

Artikel Terkait