Fakta Pendidikan

Asal Usul dan Pengendalian Ikan Sapu-sapu di Indonesia

Ikan sapu-sapu, spesies invasif yang berasal dari Amerika Selatan, telah menyebar di Indonesia dan mengancam ekosistem perairan lokal. Penelitian menunjukkan bahwa ikan ini diperkenalkan sebagai ikan...

A
Amara Rukmana
11 July 2026
60 pembaca
Potret Petugas Menangkap Ikan Sapu-sapu. (Foto: Pradita Utama/detikFoto)
Potret Petugas Menangkap Ikan Sapu-sapu. (Foto: Pradita Utama/detikFoto)

Jakarta - Ikan sapu-sapu merupakan salah satu spesies invasif yang kini ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Spesies ini pertama kali dilaporkan berada di Sungai Ciliwung, yang mengalir dari Bogor hingga Jakarta. Keberadaan ikan sapu-sapu di Indonesia diperkirakan sudah ada sejak tahun 1970.

Asal Usul Ikan Sapu-sapu di Indonesia

Ikan sapu-sapu berasal dari Amerika Selatan, khususnya dari Sungai Amazon. Lingkungan yang memiliki tingkat persaingan tinggi di sana membuat ikan ini memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik. Menurut buku "Yuk Mengenal Ikan Sapu-sapu Sungai Ciliwung" karya Dewi Elfidasari, jalur perdagangan ikan hias diduga menjadi penyebab utama masuknya ikan sapu-sapu ke Indonesia. Awalnya, ikan ini diperkenalkan sebagai ikan hias yang populer di kalangan pecinta akuarium.

Namun, seiring waktu, ikan sapu-sapu yang dipelihara di akuarium mulai mengalami peningkatan konsumsi dan beralih dari hanya memakan lumut dan alga menjadi juga mengkonsumsi telur ikan lainnya. Akibatnya, banyak pemilik ikan yang melepaskan ikan sapu-sapu ke perairan tawar, termasuk ke Sungai Ciliwung.

Dampak Penyebaran Ikan Sapu-sapu

Dengan kemampuan adaptasi yang tinggi, ikan sapu-sapu dengan cepat menjadi spesies invasif. Pada tahun 2009, jumlah spesies ikan di Sungai Ciliwung menurun drastis dari 187 jenis menjadi hanya 20 jenis. Banyak spesies ikan dan hewan asli Sungai Ciliwung yang kini sulit ditemukan, termasuk ikan betutu, balida, gabus, ular, landak, kadal pari, labi-labi, dan kepiting Malayopotamon javanense. Penelitian menunjukkan bahwa penurunan populasi ikan-ikan tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh kehadiran ikan sapu-sapu.

Strategi Pengendalian Ikan Sapu-sapu

Untuk mengendalikan penyebaran ikan sapu-sapu, pakar dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Charles PH Simanjuntak, menyatakan bahwa diperlukan pendekatan khusus. Ikan sapu-sapu betina dapat menghasilkan hingga 19.000 telur dalam satu siklus dan dapat berkembang biak beberapa kali dalam setahun, dengan tingkat penetasan mencapai 90 persen. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jakarta perlu menerapkan regulasi khusus terkait perdagangan ikan untuk mengontrol populasi ikan sapu-sapu.

“Cara yang paling efektif adalah menggabungkan beberapa metode secara terpadu, mulai dari pencegahan, penangkapan, hingga kontrol biologis,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat regulasi perdagangan ikan hias dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melepaskan ikan sapu-sapu ke perairan alami, baik secara sengaja maupun tidak. Selain itu, pemerintah daerah dapat mempertimbangkan untuk melepaskan predator alami, seperti ikan baung dan betutu, yang dapat membantu mengendalikan populasi ikan sapu-sapu. “Tidak adanya predator spesifik di ekosistem seperti Sungai Ciliwung menjadi alasan utama mengapa ikan ini sangat sulit dikendalikan,” tambahnya.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait