Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, mengungkapkan bahwa ekosistem bullion atau bank emas nasional telah mengumpulkan sekitar 153 ton emas sejak peluncurannya pada Februari 2025.
Ferry menyampaikan, "Sejak 20 Februari 2025 kami sudah mengakumulasi total emas, baik di Pegadaian maupun Bank Syariah Indonesia, sekitar 153 ton. Ini satu hal yang juga terus akan kami kembangkan," dalam acara Risk and Governance Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, 14 Juli 2026.
Pengembangan Ekosistem Bullion
Menurutnya, pengembangan ekosistem bullion merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan serta memperkuat ketahanan ekonomi di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Ferry menambahkan, pemerintah terus melakukan reformasi di sektor keuangan untuk menjaga kepercayaan investor, yang mencakup penguatan tata kelola pasar keuangan, peningkatan transparansi, serta pendalaman pasar keuangan domestik.
Transaksi Mata Uang Lokal dan Dukungan Ekonomi
Pemerintah bersama Bank Indonesia juga berupaya memperluas implementasi transaksi mata uang lokal (local currency transaction/LCT) dengan negara-negara mitra dagang untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing. Sejak diluncurkan pada 2018, LCT telah diterapkan dengan enam mitra utama, yaitu Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.
Di sektor pembiayaan, Ferry menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 340 triliun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta membantu sektor-sektor produktif. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah terus memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam melalui penyempurnaan kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) untuk meningkatkan transparansi dan mencegah praktik under invoicing dan transfer pricing.
Ferry menegaskan bahwa berbagai lembaga internasional masih mempertahankan pandangan positif terhadap ekonomi Indonesia. Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen pada 2026, sementara Asian Development Bank (ADB) mempertahankan proyeksi pertumbuhan sebesar 5,2 persen.