Fakta Pendidikan

Bayi Surili Terjebak di Karhutla Gunung Ciremai, Ancaman bagi Spesies Endemik

Kebakaran hutan di Gunung Ciremai, Jawa Barat, mengancam kelangsungan hidup satwa endemik, termasuk bayi surili yang ditemukan dalam kondisi lemas. Penanganan yang tepat diperlukan agar bayi surili da...

P
Panca Akbar Saputra
25 October 2026
20 pembaca
Bayi Surili. Mengenal surili, satwa endemik Jawa yang jadi korban karhutla Gunung Ciremai.Foto: Istimewa
Bayi Surili. Mengenal surili, satwa endemik Jawa yang jadi korban karhutla Gunung Ciremai.Foto: Istimewa

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Gunung Ciremai, Jawa Barat, memberikan dampak signifikan terhadap satwa-satwa endemik yang tinggal di kawasan tersebut. Baru-baru ini, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) menemukan bayi surili, primata yang hanya ada di Jawa, yang hampir terpanggang akibat api. Bayi surili tersebut ditemukan dalam keadaan lemas dan terjebak sendirian di tengah kebakaran.

Sigit Ibrahim, seorang pemerhati primata di Jawa Barat, menjelaskan bahwa Gunung Ciremai merupakan habitat alami bagi surili. Kawasan ini sering digunakan sebagai lokasi pelepasliaran surili yang telah direhabilitasi di pusat konservasi. "Surili ini perkembangbiakannya cukup baiklah di wilayah tersebut," ujarnya.

Terpisah dari Induk dan Kawanannya

Sigit menambahkan bahwa bayi surili yang ditemukan kemungkinan terpisah dari kelompoknya akibat kebakaran. Sebagai bayi, surili ini belum dapat mandiri. "Kalau lihat sekilas dari foto kan warna rambutnya masih sangat putih, berarti kan ini bisa dikategorikan sangat muda dan muda ini akan ada kebutuhan menyusui dari induknya, ada kebutuhan juga mendapat kehangatan di malam hari, mereka tidur harus dipeluk. Ketika tidak bersama induk atau tidak bersama kawanan ini sangat membahayakan sekali," jelasnya.

Jika kawanan surili masih berada di area tersebut, bayi ini sebaiknya dikembalikan. Namun, jika tidak terlihat, maka bayi surili tersebut perlu dibawa ke pusat konservasi untuk menyelamatkan nyawanya. "Harus ada penanganan di ruangan khusus dan perlakuan khusus, karena kalau memang masih membutuhkan susu, tidak bisa diberikan sembarangan," tambahnya.

Spesies yang Terancam Punah

Menurut buku yang diterbitkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), surili termasuk dalam kategori satwa primata yang terancam punah (endangered) menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Populasi surili saat ini diperkirakan kurang dari 2.500 individu, dengan sebagian besar berada di Jawa Barat. Mereka tinggal di cagar alam yang relatif aman dari gangguan habitat dan perburuan.

Pemerintah Republik Indonesia juga telah melindungi surili melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mengatur tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi. Surili, yang memiliki nama ilmiah Presbytis comata, termasuk dalam kelompok monyet dunia lama. Persebaran alami spesies ini dapat ditemukan dari bagian barat hingga tengah Pulau Jawa.

Surili dewasa memiliki panjang tubuh antara 43-59,5 cm dengan ekor sepanjang 56-72,4 cm. Bobot jantan sekitar 6,5 kg dan betina sekitar 6,7 kg. Mereka hidup dalam kelompok yang terdiri dari 3-12 individu dan hanya dapat ditemukan di Pulau Jawa bagian barat dan tengah, terutama di taman nasional, cagar alam, dan hutan lindung.

Surili biasanya tinggal di ketinggian 2.565 mdpl dan menyukai lapisan tengah serta atas kanopi hutan. Mereka aktif di siang hari dan mengandalkan makanan dari daun muda, buah, bunga, biji, dan jamur. Ketika terancam, surili jantan dapat mengeluarkan suara sebagai tanda bahaya. BRIN menekankan perlunya studi jangka panjang untuk memantau populasi surili yang tersisa agar dapat terus dilindungi.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait